Bab 7: Melodi di Paviliun yang Sunyi

2251 Kata

Sore itu terasa hening tanpa angin. Di halaman dalam, di bawah rimbunnya ranting dan dedaunan, segala sesuatu tampak sunyi, seolah-olah udara di luar jendela terasa lembap dan panas. Setelah mengatasi masalah yang tersisa dari Ekspedisi Utara, Zhu Di merasa sangat lelah. Sambil menggosok pelipisnya yang sakit, dia menghentikan pekerjaannya dan berjalan gontai keluar dari Paviliun Hangat Timur. Cuaca sore itu tetap lembap, dan langkah Zhu Di terasa berat. Meskipun pemandangan di hadapannya indah, hal itu sama sekali tidak menarik minatnya. Saat pikirannya melayang, tiba-tiba terdengar alunan zither yang merdu. Zhu Di sedikit teralihkan, tetapi tidak berhenti berjalan menuju sumber musik tersebut. Ia menyeberangi jembatan batu dan melewati sebuah paviliun, di mana sebuah vila kecil di Ist

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN