Bab 47. Ultimatum Kecil POV. dr. Sean Arjuna Wibowo. "Yan, tatap Mama. Tadi Sasha menelpon Mama sambil nangis nangis dan marah. Dia bilang kamu ada janji ke rumah mereka dan sudah ingkar. Why?" Mama menatap langsung ke dalam bola mataku. "Ma. Besok Sean akan jelaskan semuanya---" Aku masih berusaha menghindar. "Yan! Mama juga dengar ada rumor rumor tentang seorang pasienmu! Apa itu benar?!" Pertanyaan Mama seolah bom molotov yang mengejutkan. Kenapa Mama bisa secepat itu dengar tentang rumor itu?! Apa semua orang juga sudah mendengarnya?! Begitu cepatnya sesuatu yang masih simpang siur tersebar dengan cepat! Aku menghela napas resah. . . Bayangan tentang ekspresi kecewa dan kata kata keras dari Mama terus memenuhi benakku. Ini sudah menjelang dini hari, tetapi mata ini tak jug

