Bab 23. Tertekan

1404 Kata

Aku harus terbaring di ruang UKS karena rasa begah dan melilit yang sedari tadi datang mengacaukan kegiatan dan tugasku pagi ini. "Udah baikan, Sab? Nih minun teh hangat dulu, biar agar mendingan," sapa Ola sambil membawa secangkir teh hangat dan meletakkan di atas nakas. "Sorry ya, La. Lagi lagi aku ngerepotin kamu dan yang lain." Aku meminta maaf dengan perasan tidak enak. Memang rasa begah ini sudah kurasakan sejak tadi malam. Hampir semalaman juga aku menahan rasa perih yang sesekali datang. Kupikir tadi pagi sudah agak mending saat aku mengkonsumsi obat maag, tetapi tampaknya itu hanya sedikit menunda gejala saja. [Jangan stress Bu Sabina. Stress justru jadi pangkal penyebab utama penyakit asam lambung ibu kambuh] Aku masih ingat kata kata dokter langganan yang telah menjadi te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN