45. Membuang Masa lalu Aku menatap pesan yang disampaikan oleh AKBP Sita Siregar yang baru masuk beberapa saat lalu. [Selamat siang, Ibu Sabina Kaytara. Surat panggilan perdana kepada palapor dan terlapor sudah dikirimkan ke alamat masing masing. Untuk memastikan ibu tahu jadwalnya, saya ingatkan bahwa gelar perkara pertama akan diadakan siang hari ini pukul 13. 30. Mohon efisienkan waktunya. Terimakasih.] Aku tercenung, untung saja polwan bernama Sita itu juga mengirimkan chat secara personal. Mungkin saja surat panggilan pertama itu masih nyangkut entah di mana, sebab pasti banyak yang tidak tahu namaku karena selama tinggal di kontrakan itu, aku belum sama sekali sempat berinteraksi dengan warga di lingkungan rumah tersebut. Atau surat panggilan itu baru saja sampai siang ini di tan

