Senja tidak tahu ke mana Langit sebenarnya membawa mereka. Jalanannya terasa asing. Di sepanjang jalan Senja disuguhi dengan pepohonan tinggi menjulang yang menghalangi matahari menumpahkan sinar di atas mereka. Tidak ada rumah-rumah berjejer seperti yang sudah dia duga. Mereka seakan sedang memasuki kawasan perhutanan. Meski asing dan jauh dari keramaian tapi Senja merasa tenang dan juga nyaman. Lagipula harganya sepadan karena Langit menyetujui syaratnya. “Kita tidak ke rumah keluarga Bapak?” tanya Senja memecah keheningan di antara mereka. “Tidak.” “Lalu ke mana tujuan kita sekarang?” “Kita ke rumah lainnya.” Memangnya mereka punya rumah berapa? “Langit, kita sudah berkendara selama hampir 2 jam dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda kalau tempatnya sudah dekat. Sebenarnya seb

