Jatuh cinta itu seperti makan permen nanonano. Rame rasanya. *** “Dia tidak mau memberitahumu?” Senja cemberut. “Tidak. Dia bilang itu bukan urusanku sama sekali.” Dan Senja mengakui kebenaran kata-kata itu. Meski begitu tetap saja menurutnya Langit keterlaluan. Apa memberitahunya apa yang terjadi akan membuat keadaan memburuk? Kan tidak. “Menurutmu ini ada hubungannya dengan kebakaran yang terjadi di perusahaan?” Senja menatap sahabatnya cepat. “Maksudmu?” Mawar mengedikkan bahunya. “Lihat saja, sepertinya terlalu kebetulan jika dua kemalangan terjadi dalam waktu berdekatan.” Apa mungkin itu terjadi? Senja ingat bagaimana tatapan penuh peringatan Langit melayang pada Laut. Bahkan Laut yang biasanya tidak bisa menahan mulut justru mengangguk setuju untuk apa pun yang dikatakan Lang

