“Bagaimana dengan yang ini? Menurutmu apa aku akan terlihat cantik kalau mengenakannya?” Mawar menatap setelan kerja berupa atasan cardigan dengan rok pensil berwarna navy yang ditunjukkan Senja. “Itu juga cantik.” “Tidak terlalu sederhana? Aku harus tampil sempurna, Mawar. Aku ingin terlihat cantik—“ “Untuk Langit,” potong Mawar. Senja menoleh dengan cepat. Matanya mengerjap bingung. “Apa maksudnya itu?” Mawar berdiri dan ikut memandang isi lemari pakaian Senja. “Apa kamu tahu berapa banyak pakaian yang kamu tunjukkan padaku?” “Memangnya kenapa? Aku harus tampil sempurna, Mawar. Orang-orang pasti akan menungguku hari ini. Jika mereka ingin melihatku tampil dengan wajah murung dan ketakutan…” Senja menghentikan kalimatnya. Dia berjalan dan duduk di pinggir ranjang. Sederet pakaian

