Senja adalah wanita yang paling tidak bisa diprediksi yang pernah dia temui. Dia tegas, tak tergoyahkan, tangguh dan lebih dari itu juga tidak terduga. Langit menatap Senja yang ngos-ngosan. Wanita itu pasti buru-buru datang untuk menemuinya. “Seingatku hari ini kau baru pulang dari rumah sakit?” tanyanya memastikan, karena jika benar sekali lagi Senja menempatkan dirinya sendiri dalam bahaya dan ini perlu dibicarakan dengan serius. Senja mengangguk. “Aku kemari begitu sampai di rumah.” Sialan! Langit menarik napas dalam. “Kita bicara di apartemenku,” ucapnya tegas. “Tapi aku—“ “Tidak ada tapi-tapian Senja. Apartemenku tidak jauh dari kantor.” Kedua alis Senja terangkat. “Kau…pindah?” “Setelah apa yang terjadi aku tidak ingin mengambil risiko apa pun. Masuk.” Senja mengatupkan bib

