“Dia tinggal di sini?” tanya Senja saat dia mulai menyalakan mobil. “Seingatku tidak.” “Lalu apa yang dia lakukan di sini?” “Aku tidak tahu Senja, sebenarnya aku tidak peduli dan aku bukan orang yang suka mencampuri urusan orang lain. Bisa pasangkan ini?” Senja menoleh. Langit memintanya memasang safety belt. Entah bagaimana tiba-tiba saja Senja merasa gugup dan jantungnya yang malang kembali berulah. “Senja?” Senja terkesiap. “Ouh ba-baik, sebentar akan saya pasangkan.” Berusaha mengabaikan detak jantungnya yang berdentam kencang Senja mendorong tubuhnya agar bisa menjangkau Langit dan memasang sabuk pengamannya. Kedekatan yang terjadi memberikan Senja kesempatan mencium aroma parfum pria itu. Citrus dan bergamot, pikir Senja menyembunyikan senyumnya dalam hati. Sejak dulu pilihan

