“Lo yakin mau lembur lagi hari ini?” pertanyaan Bonar membuat fokus Rindu teralih. Dia mengangguk. “Lo duluan aja,” jawab Rindu dengan santai. Dia kembali fokus pada layar komputernya yang masih menyala, menampilkan angka-angka yang kadang berhasil memusingkan kepala. “Gue antar pulang yuk, Ndu. Lo udah kayak zombie tau nggak. Dari awal masuk kerja sampai udah dua minggu, lo selalu ambil lembur. Lo juga butuh istirahat kali, Ndu,” ucap Bonar. Dia menggeser kursinya kearah Rindu. Kantor sudah lumayan sepi hanya tersisa para pejuang lembur seperti Rindu. “Gue nggak papa. Lagian bonusnya lumayan untuk tambah-tambahin uang pengobatan ibu,” jawab Rindu. Walaupun sekarang tubuhnya terasa benar-benar lelah, Rindu tidak boleh lemah. Dia harus berjuang keras untuk kesembuhan ibu

