Bianca keluar dari kelasnya dengan perasaan senang. Ia tidak sabar untuk melihat sang pujaan hati yang sedang berlari di lapangan.
Ia memberhentikan langkahnya setelah bisa melihat Ardhan dengan jelas. Ia tersenyum saat melihat Ardhan. Ardhan terlihat tersenyum sesekali sambil berlari ketika beberapa orang menyapanya. Senyum itu mengingatkan Bianca pada kejadian waktu MOS. Di mana Ia telah dibuat jatuh cinta oleh Ardhan.
Flashback On
Bianca mengikat tali sepatunya yang terlepas. Sesaat dia melihat beberapa kaki mendatanginya. Ia berdiri dan melihat beberapa lak-laki yang sepertinya senior kelas 12.
"A-ada apa ya kak?" Tanya Bianca
"Anak MOS ya?" Tanya Salah satu dari mereka
Bianca mengangguk.
"Udah gak usah takut. Sini aja bareng kita" ujar mereka
"G-gak kak. Saya mau ke Aula" ucap Bianca
"Udahlah. Sini aja! Gak usah sok-sok jual mahal" ucap mereka sambil menarik kuat tangan Bianca
"Kak lepasin!" Teriak Bianca
"WOI!!" Teriak seorang laki-laki
"Eh ada pahlawan kesiangan" ujar salah satu dari mereka
"Beraninya sama anak perempuan" ujar laki-laki itu
"Halah pahlawan kesiangan aja bangga" ujar mereka
"Dari pada lo! Sok preman padahal banci" ucap laki-laki itu
"b*****t! Lo cari masalah sama kita?!"
"Kenapa? Mau berantam? Ayo sini! Gue gak bakalan lawan kok. Soalnya buk Beti bentar lagi lewat tuh" ujar laki-laki itu lagi
"Awas lo ya!" Ucap mereka lalu pergi dari hadapan mereka
Laki-laki itu segera menghampiri Bianca yang sedang terduduk.
"Lo gak apa apa kan?" Tanya laki-laki itu
Bianca mengangguk.
"Oh iya kenalin gue Ardhan kelas 11. Lo anak kelas 10 kan?" Tanya Ardhan
"I-iya kak" jawab Bianca
"Nama lo siapa?" Tanya Ardhan
"Bianca kak" jawab Bianca
"Nama panjang?" Tanya Ardhan
'Perlu banget apa nama panjang gue?" Batin Bianca
"Bianca Carolline Arliando" jawab Bianca
"Arliando? Kayaknya gak asing" ujar Ardhan sambil mengingat ingat.
"Oh gue tahu. Adeknya Vero ya?" Tanya Ardhan
Bianca mengangguk.
"Kakak kenal bang Vero?" Tanya Bianca
"Kenal lah. Sahabat dekat gue. Gue juga sering ke rumahnya tapi gue gak lihat lo" jelas Ardhan
Bianca hanya tertawa pelan mendengar hal itu.
"Kok ketawa?" Tanya Ardhan
"Gak apa-apa kok kak" jawab Bianca
"Yaudah kalau gitu gue ke kelas ya" pamit Ardhan
Bianca mengangguk.
Ardhan pergi sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
Bianca hanya bisa membalas dengan melambaikan tangan juga.
'Udah ganteng, baik, ramah lagi' batin Bianca
Flashback Off
Senyum yang tadinya terukir di wajah Bianca seketika pudar saat melihat Ardhan malah melihat sesosok perempuan lain. Perempuan itu Dira Annatasya. Yang rumornya adalah pujaan hati Ardhan.
Hati Bianca lebih sakit saat Ia melihat Ardhan menghampiri Dira.
'Gue ke kelas aja deh. Dari pada lebih sakit hati nanti' batin Bianca sambil melangkahkan kakinya untuk menuju kelas.
******
Ardhan menghampiri Dira yang sedang membawa beberapa buku.
"Hai" sapa Ardhan
"Hai" sapa Dira
"Mau ke mana?" Tanya Ardhan
"Mau antar buku buku ini ke meja pak Santo" jawab Dira
"Kamu ngapain di sini? Kena hukum ya?" Tanya Dira
"Ih kok tahu? Cie-ciee cari tahu tentang aku ya?"
"Hahaa yang lain pada ngomongin kamu tahu"
"Terkenal banget aku ya"
"Makanya jangan telat mulu"
"Iya iya"
"Berapa kali keliling?" Tanya Dira
"Dua puluh kali" jawab Ardhan
"Lo kuat?"
"Kuatlah. Udah 15 kali putaran nih" ucap Ardhan
"Yaudah deh. Gue pergi ya" pamit Dira
"Eh sini aja biar gue yang antar ke sana"
"Biar gue aja, lo masih ada 5 putaran lagi"
"Yahh"
"Semangat yaa"
Ardhan mengangguk sambil melihat punggung Dira yang perlahan mulai menjauh sambil tersenyum senang.
*****
"Kenapa lo kok murung gitu?" Tanya Bella
"Gue lagi lihatin kak Ardhan tapi kak Ardhan malah lihat kak Dira terus nyamperin kak Dira. Gimana gue gak sakit hati?" jelas Bianca kesal
"Lo juga ngapain cuman lihat aja sih? Kasih minum kek" ucap Levina
"Gak kepikiran gue" jawab Bianca
"b**o" ujar Levina
"Gue boleh nanya gak?" Tanya Bianca
Levina,Bella, dan Sella mengangguk.
"Gue cantik gak?" Tanya Bianca
"Cantik kok" jawab Sella
"Lumayan" jawab Levina
"Cantik sih tapi gak terlalu" jawab Bella
"Terus kenapa kak Ardhan cuman lirik ke kak Dira aja?" Tanya Bianca sambil menahan air matanya keluar
"Karena kak Dira jauh lebih cantik" jawab Sella
Mendengar itu Bianca mulai meneteskan airmata nya.
"Gue emang gak secantik kak Dira, gue juga gak sepintar atau pun gak sepopuler kak Dira. Tapi cinta gue ke kak Ardhan itu tulus" jelas Bianca
"Eh jangan nangis dong." ujar Bella
"Untung tuh guru udah keluar" sambung Bella
"Jadi pengen nangis juga gue" ujar Sella
"Anjir! Lo jangan nangis juga!" Ucap Levina
Bianca hanya bisa kembali menahan tangisnya saat ketiga sahabatnya mendekapnya tanpa memedulikan tatapan aneh dari teman sekelasnya yang lain.
*****
Kring!!
Bel pulang sekolah berbunyi. Surga yang dinanti nanti oleh semua murid kecuali Bianca.
"Lo kenapa murung gitu?" Tanya Bella
"Cepat banget sih pulang. Gue masih pengen lihat wajah kak Ardhan" jawab Bianca
"Yaelah Bi gak usah lebay ngapa?" Ucap Sella
"Ini bukan lebay tahu" ucap Bianca
"Eh katanya kak Ardhan suka nongkrong di kedainya abah loh" ujar Levina
"Kedai abah? Siapa itu?" Tanya Bianca
"Kedai yang ada di belakang sekolah. Penjualnya tuh laki-laki yang udah berumur jadi dipanggil abah deh" jelas Levina
"Gue heran deh. Sebenarnya yang suka sama kak Ardhan siapa sih? Bianca atau elu Vin?" Tanya Sella
"Ya Bianca lah" jawab Levina
"Kok lo lebih tahu banget tentang kak Ardhan? Lo stalker dia ya?" Tanya Sella
"Gue tuh selalu UP to DATE. Gak mau ketinggalan berita yang lagi hot-hot nya" jelas Levina
"Eh bentar bentar" sela Bella
"Kenapa?" Tanya Bianca
"Itu kak Ardhan lagi bonceng siapa dimotornya?" Tanya Bella
"Itu kayak kak Dira deh" ucap Sella
"Yahh Bi, lo ketinggalan lagi. Makanya lo cari cara dong biar bisa dekat sama kak Ardhan" ujar Bella
"Caranya kayak mana?" Tanya Bianca
"Gini aja deh, kita temuin kak Ardhan di kedai abah" saran Levina
"Mau ngapain?" Tanya Bianca
"Kasih surat cinta" jawab Levina
"Lo gila?! Ngomong sama dia aja jantung gue mau meledak apa lagi kasih surat cinta?" Tanya Bianca
"Lagian masih zaman ya surat cinta? Chat aja langsung!" Saran Bella
“Nah bener, gue ada nih nomor kak Ardhan” ujar Levina
“Takut gue” tolak Bianca
"Menurut gue bener yang dibilang Levina tadi. Mendingan lo kasih surat cinta! Surat kan lagi gak zaman tuh. Jadi biar unik gitu" Sella mulai berpendapat
"Yaudah deh. Surat aja. Kalau chat, ternyata gak direspon gimana?" Tanya Bianca
"Kak Ardhan baik tahu. Pasti diresponlah" ujar Bella
“Lo kayaknya udah pernah chat kak Ardhan ya?” tanya Bianca
“Iya. Waktu tuh gue ada perlu sama kak Ardhan. Eh gak nyangka disimpan dong nomor gue” jelas Bella
"Yaudah kalau gitu ntar jam 3 sore di kedai abah" ucap Levina
"Kedai abah di mana?" Tanya Bianca
"Udah kita ketemu di sekolah aja. Berangkatnya bareng-bareng ke sana" ucap Sella
Mereka mengangguk lalu mulai melangkahkan kaki untuk pulang kerumah masing-masing.