Part 7

1215 Kata
Bianca tiba di sekolah bersama Vero. Ia segera menuju kelasnya dan tidak sengaja bertemu Ardhan. "Hai, Ar" sapa Bianca Ardhan menoleh melihat Bianca dan segera mendekati Bianca. Bianca bisa merasakan bahwa jantungnya sedang berdetak sangat cepat. "Lo mau ke kelas?" Tanya Ardhan Bianca mengangguk. "Yaudah sekalian aja sama gue" ujar Ardhan "Ar, sorry ya buat kemarin" ucap Bianca "Yang mana?" Tanya Ardhan "Soal gue yang sama Andi" jawab Bianca "Gak apa-apa kok" ujar Ardhan "ARDHAAN" teriak seorang cewek Bianca dan Ardhan menoleh bersama dan melihat Dira sedang menuju ke arah mereka. 'Dia lagi' batin Bianca "Pagi, Dira" sapa Ardhan sambil tersenyum "Hehee... Pagi" sapa Dira juga 'Sapaan gue tadi aja gak di balas' batin Bianca kesal "Ar, temenin gue ke ruang OSIS dong" ucap Dira "Ngapain ke sana?" Tanya Ardhan "Mau kasih ini" jawab Dira sambil memperlihatkan sebuah kertas "Itu apa?" Tanya Ardhan Dira mengedikkan bahunya. "Tadi disuruh sama buk Leni" ucap Dira "Tapi gue-" "Yaudah deh kalau lo gak mau" potong Dira "Bi?" Panggil Ardhan Bianca yang tadinya menatap arah lain, kini berkontak mata dengan Ardhan. "Gue temenin Dira ya" ucap Ardhan Bianca mengangguk. "Gak apa-apa?" Tanya Ardhan "Gak apa-apa kok, Ar. Lagian kelas gue udah dekat kok"ucap Bianca sambil memaksakan seulas senyuman Kemudian Ardhan pamit dan pergi bersama Dira. Bianca menghembuskan nafasnya lalu segera berjalan ke kelas. Saat tiba didepan kelasnya, Ia belum melihat teman temannya. 'Kamprett, pasti janjian nge-bolos jam pelajarannya pak Ghani' batin Bianca 'Kok gak pada bilang sih?' Batin Bianca kesal Dia segera mengambil Hp nya dan membuka Aplikasi w******p. Di sana, dia melihat teman-temannya mengajaknya membolos jam pelajaran pertama dan kedua karna belum menyelesaikan PR. 'Gue lupa. Semalam gue kan gak ada megang Hp. Pantasan gue gak tahu kalau mereka ngajak bolos' batin Bianca "Bi, lo udah ngerjain tugas?" Tanya seorang cewek yang bernama Ifa Bianca menggeleng polos. "Itu pelajaran pak Ghani, b**o. Dan itu jam pertama, kenapa lo belum kerjain? Temen-temen lo mana? Pada bolos lagi ya?" Tanya Ifa Bianca mengangguk. "Ifa? Lo baik kan? Lo cantik deh hari ini, wangi juga. Lo mau gak gue traktir ntar di kantin?" Tanya Bianca "Udah ngomong aja. Lo mau apa?" Tanya Ifa "Gue mau bolos sekali ini aja, lo mau kan bilang sama pak Ghani kalau gue di UKS? Ntar gue traktir deh" ucap Bianca "Sogokan lo gak mempan. Soto ayam satu mangkok gimana? Hehee.." ucap Ifa "Katanya gak mempan" ucap Bianca "Basa-basi itu mah" ujar Ifa "Yaudah iya. Bilang gue di UKS. Oke?" Ifa mengangguk. "Temen-temen lo gimana?" Tanya Ifa "Bilang aja gak tahu" jawab Bianca "Sahabat macam apa lo" ucap Ifa "Mereka juga pernah gituin gue" ucap Bianca "Yaudah sana cepetan!" Bianca mengangguk dan segera keluar kelas. Dia melihat ke kelas sebelah dan menemukan Andi yang menyiram bunga. Bianca menghampiri Andi. "Cieeee rajin amat" ucap Bianca "Gue gitu loh" ucap Andi "Sini biar gue bantu" ujar Bianca Andi menyerngitkan dahinya. "Lo kenapa? Sok dekat amat. Kemaren aja galak amat" ucap Andi "Maaf dehh" cicit Bianca "Pasti ada mau nya nih" ucap Andi "Iyaa. Hehee" "Mau apa?" "Temenin gue dong" "Temenin ke mana?" "Bolos" Andi terkejut. "Lo sering bolos?" "Gak kok. Kalau lupa kerjain PR aja" "Udah berapa kali?" "Gak tahu" "Berarti udah banyak. Iya kan?" "Muuungg...Kiin" "Contoh dong gue" "Lo gak pernah bolos?" "Gue udah banyak juga" 'Kamvrett' batin Bianca "Yaudah, temenin gue ya? Temen-temen gue pada bolos juga. Tapi gue gak tahu mereka di mana" "Chat lah b**o" ucap Andi "Gak aktif" Bianca terus memohon pada Andi sampai Andi mengiyakan ucapannya. ****** "Habis dari mana lo?" Tanya Vero "Temenin Dira ke ruang OSIS" jawab Ardhan "Lo jadi nembak Dira?" Tanya Dimas "Gak tahu. Kayaknya gue gak suka deh sama dia" jawab Ardhan "Terus sama siapa?" Tanya Iki "Gue akhir-akhir ini kepikiran sama-" Ardhan menggantung ucapannya dan melihat Vero. 'Vero gak boleh tahu. Ntar dia ngomong lagi sama Bianca' batin Ardhan "Lo kepikiran Vero?" Tanya Dimas "Lo homo?" Tanya Iki "Ya enggaklah setan" bantah Ardhan "Terus ngapain lo lihat Vero?" Tanya Dimas "Seriusan lo suka sama gue?" Tanya Vero "Enggak. Udah deh kalian belum boleh tahu siapa orangnya" ucap Ardhan "Gue jadi takut sama lo" ucap Vero "Kenapa?" Tanya Ardhan "Gue takut lo macam-macam sama gue" ucap Vero "Macam-macam gimana?" Tanya Ardhan "Gue takut lo gituin gue. Gue masih normal, Ar. Gue maunya gituan sama cewek. Bukan sama cowok"ucap Vero "Gue gak homo, b**o. Lagian otak lo m***m amat" ucap Ardhan "Lo gak suka gue kan Ar?" Tanya Vero lebay Ardhan diam. "Ya ampun, gue harus apa kalau lo suka sama gue? Gue gak mau ya tubuh gue dirusak sama cowok kayak lo. Gue masih suci. Gue-" "Lo bisa diam gak sih Ver?" Tanya Dimas "Lo cemburu ya? Sorry ya, gue juga gak mau sama lo" jawab Vero "Lo gak waras" ucap Iki "Lo cemburu juga? Sorry ya gue gak mau sama lo. Kok gue jadi diperebutin gini? Aduh gue harus apa?" Ucap Vero lebay "Bunuh orang dosa gak? Gue pengen bunuh dia" Tanya Iki "Kalau gak dosa, gue udah bunuh dia luan" ucap Dimas "Karena gue tolak, kalian mau bunuh gue? Sungguh kejam" ujar Vero 'Gue lelah' batin Dimas 'Diamin ajalah. Capek gue.' Batin Iki 'Bunuh diri dosa gak?' batin Ardhan ***** Andi menutup telinganya karna dari tadi Bianca terus terusan bicara hal hal yang tidak harus di bicarakan. "Andi, Lo tahu gak-" "Lo bisa gak sih, gak usah manggil gue Andi" potong Andi "Terus gue harus manggil apa? Lo kan kenalin diri pakai nama itu" ujar Bianca polos "Gue capek bohong. Nama gue bukan itu." Ucap Andi "Lah terus?" Tanya Bianca "Nama gue Kenant Rahardian. Panggil aja Kent" jawab Andi yang ternyata bernama Kent "Lo kenapa bohong?" Tanya Bianca "Supaya keren aja namanya" ujar Kent 'Perasaan lebih keren nama Kent dari pada Andi' batin Bianca "Terserah lo deh" ucap Bianca "Lo gak marah?" Tanya Kent Bianca menggeleng. "Kenapa?" "Itu hanya masalah kecil ngapain dibesar-besarin" "Lo gak takut gue bohongin lagi?" "Emangnya lo ada niat buat bohongin gue lagi? Bohong soal apa lagi?" "Kalau terpaksa gue bakalan ngelakuin lagi" "Kalau cuman karna masalah kecil, gue gak bakalan marah" Kent tersenyum. "Gue boleh curhat gak?" Tanya Bianca "Karna lo udah maafin gue, yaudah boleh" jawab Kent "Gue suka sama Ardhan" "Ardhan? Kakak kelas ya?" Bianca mengangguk. "Dia ajak gue sahabatan. Dan gue dengar, dia mau nembak kak Dira." Jelas Bianca "Dira? Yang kata orang cantik itu?" Tanya Kent "Kok kata orang sih. Emang cantik tahu" "Menurut gue sih biasa aja. Cantikan lo malahan" ucap Kent "Gombal lo" "Siapa yang gombalin lo? Jangan ke GR-an deh" "Kejam banget sih" "Terus kenapa sama Ardhan?" "Gue mau lupain dia. Lo setuju gak?" "Lo gak ingat sama perjuangan lo? Jangan buat jadi sia sia. Lo udah ada kesempatan buat dekat sama dia melalui hubungan persahabatan. Kenapa gak lo gunain buat bikin dia suka sama lo?" Tanya Kent "Lo tuh gak tahu kalau gue dekat sama dia, jantung gue rasanya mau keluar" "Lebay banget sih. Sini biar gue keluarin aja langsung" "Bercanda lo gak lucu" "Emang lo sayang banget sama dia?" "Kayaknya sih gitu" "Lo mau lupain dia?" Bianca mengangguk pelan. "Biar gue bantu" "Maksudnya?" "Mana tahu lo bakalan jatuh cinta sama gue" "Mimpi. Gue jamin gak bakalan terjadi" Kent tertawa mendengar ucapan Bianca. "Lo pernah jatuh cinta?" Tanya Bianca Kent terdiam, menyebabkan tawanya berhenti. Dia menoleh ke arah Bianca. Keadaan menjadi hening.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN