Zeva menjatuhkan tubuhnya yang masih setengah basah di atas ranjang, ia meletakkan punggung tangannya di atas dahi dengan kedua mata tertutup. "Apa yang sudah aku lakukan? kenapa aku menciumnya," lirih Zeva. Ia merasa bersalah karena sudah melakukan hal yang tidak perlu di lakukan. Zeva terus memejamkan mata sampai pria itu tertidur dengan keadaan masih menggunakan bathrobe. Sedangkan Selina, wanita itu masih terus terisak, menangis menyesali apa yang sudah terjadi hingga suara dering telepon menghentikan tangisannya. Sesekali terisak, ia meraba-raba ranjang dimana Zeva tadi sempat melemparkan ponselnya dan ia terkejut ternyata itu adalah panggilan dari Ammar. Selina mengusap air matanya lalu mengatur nafasnya agar tidak ketahuan oleh Ammar kalau ia sedang menangis. "Halo Ammar

