Poor Selina

1429 Kata

Suasana di ruang makan itu berubah dingin. Detik-detik berlalu seakan berjalan begitu lambat, menyisakan ketegangan yang menyesakkan d**a. Selina masih belum bisa mencerna apa yang baru saja diucapkan oleh Selena. Kata-kata itu menggantung di udara, bergetar samar namun cukup untuk mengguncang fondasi yang selama ini ia yakini. "Apa maksudmu putri kandung?" tanya Selina dengan suara rendah, namun dinginnya menusuk seperti belati. Selena hanya terkekeh pelan, seakan menikmati kebingungan yang kini melingkupi semua orang di meja itu. Ia menegakkan tubuhnya, sorot matanya tajam dan penuh teka-teki, lalu menoleh pada Zeva yang duduk membisu, wajahnya memucat karena tak mengerti arah pembicaraan. Zeva hanya bisa menatap balik, seolah mencari jawaban dari sorot mata Selena, namun yang ia temu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN