Saat ini pikiran Dylan di penuhi dengan berbagai macam pemikiran negatif . Rasa nya saat ini dia ingin langsung menemui gadis nya itu dan menanyakan landung tentang foto yang baru saja Madelline kirim kan pada nya . Namun lagi - lagi perkerjaan nya yang menumpuk membuat nya harus sedikit bersabar . Kalau bukan karena daddy nya menelfon nya tadi dia mungkin sudah meninggal kan kantor saat ini dan menghampiri gadis nya dengan lelaki kurang ajar yang berani - berani nya mendekati tunangan cantik nya itu . " apa lelaki berengsek itu tidak tau kalau Rebecca sudah memiliki tunangan ?! Berengsek !!! Kalau aku bertemu dengan lelaki itu aku pastikan dia tidak akan pernah kembali ke negara nya " Ucap Dylan dengan tangan mengepal seperti sedang menahan amarah . Dylan sebenarnya tidak ingin berp

