7

3541 Kata
“Sudah kuduga.”gumam Damon puas saat membaca data yang masuk ke dalam PC-nya. “Dia bukan siapa-siapa dan hanya menerima bantuan orang lain untuk semua yang dimilikinya saat ini.” “Apa yang sedang kau baca, Damon?”tanya Judd sambil menyesap bir dalam gelasnya. Mereka sedang berkumpul disebuah klub eksklusif di tengah kota saat ini karena Damon ingin membicarakan sesuatu. Sampai saat ini hanya Bane yang belum hadir dengan alasan ada pekerjaan dari ayahnya. Dari mereka bertiga, Bane yang paling patuh pada orangtuanya dan selalu mendahulukan urusan keluarganya. “b******n sombong itu bukan siapa-siapa, Judd. Dia menerima beasiswa penuh untuk kuliah di Imperial College dan bekerja paruh waktu menjadi ahli komputer di Pisaca. Apartemennya merupakan fasilitas pinjaman Pisaca begitu juga dengan mobilnya. Tanpa keduanya, dia hanya gelandangan yang pasti akan diamankan Dinas Sosial sebelum dia sempat melangkah.”ucap Damon semangat. Sekali lagi Judd meneguk birnya lalu menatap Damon, “Kenapa kau begitu tertarik pada Kaly, Damon? Dia vampir, dan itu artinya dia sudah menjadi musuh kita bahkan sebelum kita lahir. Kau bisa mendapatkan yang tercantik dan terbaik di kawanan kita. Blaire sudah menjadi incaran yang lain sejak pertama kali bergabung dengan kawanan di Inggris, Damon. Kalau laki-laki itu kau, aku yakin pasti kau bisa mendapatkannya.” “Hanya setengah vampir, Judd. Aku bisa merasakannya walau aku masih tidak tahu darah siapa lagi yang dibawanya dalam tubuh itu. Dia tidak sama dengan semua penghisap darah itu. Seperti yang kau bilang, vampir sudah menjadi musuh alami kita, tapi aku tidak merasakan permusuhan itu setiap kali mendekatinya.”jawab Damon cepat, “Siapapun orangtuanya, aku akan memastikan kalau mereka menerimaku dengan mudah. Perusahaan dan kekuasaan keluargaku tidak bisa ditolak bahkan oleh vampir sekalipun. Setelah mendapatkan Kaly, aku akan membunuh orangtuanya. Karena, bagaimanapun, vampir adalah musuh kita. Dan aku tidak tertarik dengan Blaire. Dia tidak peduli siapa yang dikencaninya. Aku yakin kalau dia pernah berkencan dengan semua pemuda di kawanan kita. Aku tidak suka wanita murahan.” Judd mau tidak mau mengangguk setuju. Dia sendiri sudah merasakan bagaimana berkencan dengan Blaire dan menghabiskan malam dengan were wanita itu. Blaire benar-benar mendapatkan kemampuan Gretchen dalam melayani pasangannya. “Dia berasal dari keluarga kaya raya, Damon. Aku tidak yakin kekayaan bisa membuat penghisap darah mengizinkan anaknya berhubungan dengan kita. Mereka dikenal sangat setia.” “Kalau begitu, kita singkirkan semua yang menghalangi jalanku.”ucap Damon santai, “Setelah membereskan b******n sombong ini, kita akan berjalan-jalan ke Amerika, Judd. Kita akan mendekati vampir pengusaha itu agar aku bisa mendapatkan putrinya.” “Apa kau tidak bisa mencari informasi tentangnya lebih dulu? Aku tidak ingin kalau ternyata kita berhadapan dengan vampir kuat, Damon. Orangtuaku akan mengebiriku kalau aku mencari masalah dengan penghisap darah yang lebih kuat dariku.” “Lucius Hamilton masih vampir muda, Judd. Dia sama seperti manusia-manusia serakah lainnya. Tergoda keabadian saat usia tua menghampiri mereka tanpa mereka tahu kalau hidup mereka tidak lebih baik setelahnya. Kita masih bisa membunuh mereka dengan mudah. Kau malah akan dipuji untuk tindakanmu itu nantinya. Percaya padaku.”ujar Damon penuh percaya diri. “Sama dengan kita yang terkadang merasa sombong dengan apa yang kita miliki meski itu bukan hal istimewa.”ujar Bane yang entah sejak kapan sudah berada disana dan mendengarkan semua pembicaraan Damon bersama Judd. “Karena aku memang pantas bersikap sombong dengan apa yang kumiliki, Bane.”balas Damon angkuh tanpa menatap Bane lebih dari beberapa detik, “Kenapa kau tidak pernah melawan perintah ayahmu? Dia bahkan tidak pernah keluar dari rumah untuk melakukan sesuatu.” “Karena aku tidak merasa itu perlu dilakukan. Lagipula ada untungnya. Aku banyak berhubungan dengan berbagai makhluk dan mengetahui banyak hal tentang mereka. Kau akan terkejut kalau mengetahui ada makhluk non manusia menduduki jabatan di Parlemen.”ujar Bane, “Ah, aku ingat. Kenalan ayahku mengatakan kalau dia melihat Kaly berlayar dari Dover bersama rombongan vampir.”lanjutnya santai lalu memanggil pelayan untuk memesan minuman. Dia mengucapkan hal itu sambil lalu walaupun dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian Damon. “Kau yakin?”tanya Damon antusias. Bane mengangguk cepat saat memperhatikan pelayan wanita melenggang masuk ke dalam bilik privasi yang disewa Damon. “Minumanku yang biasa, Cantik.”ujar Bane tanpa malu menepuk ringan b****g pelayan tersebut. “Ada tambahan lain, Sir?”tanya pelayan itu dan hanya membiarkan tangan Bane mengusap pahanya. “Kau, Cantik. Tapi itu bisa menunggu hingga jam kerjamu selesai.”gumam Bane saat tangannya meremas otot kencang pada paha yang tersembunyi di balik rok rimpel pendek yang dikenakan pelayan tersebut. “Silakan menunggu, Sir.”ujar pelayan itu dan langsung berbalik meninggalkan bilik. Tawa meledak dari mulut Judd saat mengamati kepergian pelayan wanita itu. “Aku tidak yakin dia manusia, Bane. Rayuanmu bahkan tidak mengubah raut wajahnya. Aku curiga jangan-jangan tempat ini sudah memakai android sebagai pelayan mereka?” “Dia manusia, Judd, dan ya... Harus kuakui itu sedikit melukai harga diriku.”gumam Bane malas. “Oh ya! Kembali ke masalah Kaly. Yang paling menarik bukan berapa banyak vampir dalam rombongan yang pergi bersama pujaanmu. Tapi siapa yang ada diantara mereka semua.” “Memangnya itu penting?”tanya Damon malas lalu meraih gelas birnya dan menghabiskan isinya dalam sekali teguk. Bane sudah terbiasa dengan sikap meremehkan Damon yang terkadang sering membuatnya berada dalam situasi berbahaya. Tapi kali ini dia merasa berkewajiban untuk mengingatkan Damon. “Teman ayahku mendapati kalau diantara banyak vampir yang bersama Kaly, ada laki-laki bernama Harvey disana. Dan anehnya, Lucius Hamilton tidak terlihat bersama Kaly pada saat itu padahal menurut Kaly dia akan liburan bersama keluarganya karena sudah menyelesaikan ujian akhir sekolah.” “Dan siapa ‘Harvey’ ini? Apa aku seharusnya mengenal nama itu?”tanya Damon tanpa tertarik sama sekali. “Kita seharusnya mengenal nama itu. Kau akan tertarik dengan apa yang kau temukan tentang Harvey dalam berkas umum, Damon. Kenalan ayahku yakin kalau orang itu memang Harvey. Usia kenalan ayahku lebih dari 100 tahun dan dia sudah mengenal Harvey sejak masa muda. Aku pikir kau bisa menyimpulkan semua informasi itu.”ucap Bane yakin. Merasa tertantang, Damon menggunakan PC-nya untuk mencari informasi tentang Harvey. Teknologi sudah sangat maju saat ini. Semua data setiap individu di dunia bisa ditemukan di berkas umum dan bisa dilihat oleh siapa saja. Hanya mereka yang memiliki kekuasaan yang bisa menutupi sebagian besar informasi pribadi itu. Dan secara pribadi, Damon mempercayai semua yang ada di MainData. “Siapa nama lengkapnya?” “Entahlah. Aku mencari dengan menggunakan hubungan antara Harvey dan pujaanmu.”sahut Bane cepat. Damon menggerutu saat memulai pencarian seseorang bernama Harvey yang ada hubungannya dengan Kalyca Amarys. Ada satu nama yang muncul di sana. “Harvey? Namanya terdengar sangat biasa.”gumam Damon datar. “Cari dengan nama itu.”ucap Bane sambil tersenyum penuh misteri. Damon melakukannya. Namun tidak sampai lima detik kemudian peringatan muncul di Layar PC-nya. Data tidak ditemukan dalam arsip publik. Coba pencarian khusus? Damon mendecak kesal dan menyetujui pencarian lanjutan itu dengan keyword yang sama. Namun kurang dari satu menit kemudian lagi-lagi peringatan itu muncul di Layar PC Damon. Harvey Usia: unknown Pekerjaan: unknown Alamat: unknown Data lebih lanjut tidak berhasil ditemukan Ledakan kemarahan Damon diikuti dengan sebuah PC terlempar keluar dari bilik menghantam dinding seberang dan hancur berderai saat mendarat di lantai. “Apa-apaan itu! Semuanya unknown dan informasi lain tidak ditemukan! Memangnya apa yang bisa didapat dari kata unknown? Memangnya siapa dia hingga bisa membuat datanya seperti itu!”geram Damon kesal. Bane terbahak melihat kemarahan Damon lalu mengulurkan PC miliknya. Dia sendiri juga hampir menghancurkan unit komputer di rumahnya kalau saja ibunya tidak muncul dan meminta tolong untuk tidak menghancurkan apapun. “Coba cari di situs kita. WolfNet terkadang lebih informatif dari MainData. Tapi tolong jangan hancurkan PC milikku. Ayah akan menggantungku kalau aku lagi-lagi meminta PC baru kurang dari dua bulan.” “Kalau aku kembali menemukan kata unknown, aku akan memburu operator situs kita dan menggantungnya di alun-alun.”janji Damon saat mengambil PC di tangan Bane lalu mulai melalukan pencarian ulang. Damon memasukkan nama Harvey ke dalam kolom pencarian di situs kawanan mereka. Hanya butuh waktu beberapa detik sampai data yang dicari Damon muncul di Layar PC perak milik Bane. Harvey Age: - Species: Vampire, Grandmaster Clan: Ursa Clan Speciality: Telepath, telekinetic, electric, etc Master: - Alliance: Libra Clan Category: Highly risk, red code. Damon terdiam membaca data singkat di Layar PC sebelum menatap Bane tidak percaya. Dia suka mencari informasi tentang banyak orang. Namun, ini pertama kalinya dia membaca informasi dengan data singkat tapi mengandung banyak arti. “Ini benar-benar asli?” “Aku juga terkejut saat melihatnya, Damon. Risiko tinggi dengan kode merah. Vampir mana yang memiliki catatan seperti itu? Risiko tinggi? Banyak. Dan saat menghadapi vampir dengan catatan risiko tinggi, kita butuh para hunter untuk menghadapi mereka. Terkadang butuh sekelompok hunter untuk menghadapi satu vampir yang dikategorikan risiko tinggi. Ayahku saja butuh menyembuhkan diri satu minggu penuh setiap kali membunuh vampir risiko tinggi padahal dia seorang sentinel. Tapi vampir risiko tinggi dengan kode merah? Aku belum pernah mendengar ada yang pernah menghadapinya selain legenda kalau Wagner pernah berhadapan dengan raja para vampir.” “Kita kuat, Bane! Kawanan berhasil mempertahankan wilayah bahkan dari predator lainnya.” “Benar. Tapi bukan tanpa alasan operator membuat catatan seperti itu untuk para hunter, Damon. Terutama untuk kita yang masih were muda. Apalagi Harvey bersekutu dengan klan Libra. Aku hampir percaya kalau klan itu sudah musnah.” “Klan itu memang sudah musnah. Tidak ada yang pernah menyebutnya lagi saat ini. Kau gila kalau menganggap klan itu masih ada.” Bane mengangkat kedua bahunya tak acuh mendengar tanggapan Damon. “Anggap saja itu benar. Kenapa operator tidak memberikan keterangan apa-apa tentang itu? Kenapa operator tidak memasukkan klan Libra ke dalam daftar klan-klan yang hancur dan punah? Aku pikir jawabannya hanya satu. Klan Libra masih ada dan walau sulit untuk dipercaya, klan itu terus berkembang hingga saat ini. Dan itu jelas masalah. Uncle Nefen sendiri bersekutu dengan klan itu.” “Tidak lagi.” “Masih, Damon, masih. Kalau klan itu masih ada, artinya perjanjian itu juga masih ada. Bersekutu dengan vampir sama saja dengan bersekutu dengan setan. Kita bisa membuat perjanjian sesuka hati dan memulainya kapan saja, tapi kita tidak bisa mengakhiri perjanjiaan itu dengan cara yang sama. Mereka akan memburu siapapun pihak yang membatalkan perjanjian.” Damon menggebrak meja dengan kedua kepalan tangannya hingga retakan menjalar di permukaan kaca sebelum pecah berderai. “b******k! Apa itu artinya aku harus mengakui kalau Kaly memiliki hubungan dengan mereka? Apa itu artinya aku harus menyerah?”sembur Damon, “Itu tidak mungkin, Bane! Tidak mungkin! Aku tidak takut dengan rumor masa lalu. Klan Libra atau siapapun dia hanya ada di masa lalu. Selama mereka tidak pernah memperlihatkan diri di masa ini, aku tidak akan takut atau peduli. Kita bisa membunuh vampir. Mereka tidak lebih kuat daripada kita.” “Aku tidak peduli kau menyerah apa tidak. Tapi, aku hanya ingin menegaskan satu hal. Kalau kau memang ingin mencari masalah dengan kedua klan itu, jangan bawa-bawa aku. Ayahku sendiri yang akan memenggalku sebelum para vampir itu sempat menancapkan gigi mereka di tubuhku untuk mencabik-cabiknya kalau ayah tahu aku ikut terLiam mencari masalah denganmu.” “Kau berkhianat padaku?”tanya Damon sambil menyipitkan matanya mengawasi Bane dengan seksama. Bane menggeleng malas. “Bedakan antara berkhianat dan bersikap bijak, Damon. Aku akan ikut denganmu mencari masalah dengan siapapun, selain klan yang dicurigai berhubungan langsung dengan raja para vampir. Pernah dengar desas desus kalau Wagner kalah melawannya? Bayangkan saja apa jadinya kalau kita-lah yang menjadi lawannya. Kau dan aku mungkin hanya akan jadi hidangan cuci mulut untuk mereka sebelum kita sempat menyentuh mereka.” “Itu karena Wagner masih lemah dulu. Aku tidak percaya kau menganggap kaum-mu sendiri lemah dibandingkan para makhluk terkutuk itu.” Bane tersenyum, “Teruslah beralasan, Damon. Dan aku tidak pernah menganggap kita lemah, Damon. Aku hanya berpikir kalau kita sebaiknya memastikan kalau lawan yang akan kita hadapi tidak jauh lebih kuat daripada kita. Itu tindakan bijak namanya, bukan pengecut. Aku masih ingin menikmati hidupku lebih lama dan tidak bersedia memberikan nyawaku secara cuma-cuma ke tangan orang lain apalagi para penghisap darah.” “Kalau itu memang benar, aku berarti harus menyingkirkan b******n busuk itu. Kaly tidak pernah akrab dengan laki-laki lain selain dia. Kalau aku berhasil menyingkirkannya, Kaly akan menjadi milikku dengan sendirinya. Itu lebih mudah daripada mengambil risiko berhadapan dengan vampir sialan itu.” “Semoga beruntung. Satu saranku. Untuk jaga-jaga, bawa orang lain bersamamu. Kita tidak tahu siapa dia sebenarnya mengingat dia bisa berhubungan dekat dengan Kaly yang memiliki hubungan dengan Harvey.”ujar Bane tiba-tiba serius, “Hanya untuk jaga-jaga, Damon. Kali ini dengarkanlah apa yang kukatakan. Berhati-hatilah.”tambah Bane yang sejak awal Damon menyatakan niatnya untuk memberi pelajaran pada laki-laki yang selalu bersama Kaly, dia mendapat firasat buruk. Bane bukan tipe orang yang mudah cemas atau percaya pada perasaan, dan dia jelas bukan orang yang akan mencemaskan keadaan Damon. Tapi kali ini Bane merasa cemas untuk Damon dan ingin sekali mempercayai perasaannya. Perasaan yang mengatakan kalau lebih baik mereka menjauh dari Kaly dan jangan pernah berurusan sedikitpun dengan laki-laki yang selalu bersama Kaly itu. Namun Bane juga tidak bisa melakukan banyak hal untuk mencegah Damon karena temannya itu bukan orang yang mudah diajak bicara atau dibujuk. “Aku tidak bodoh.”gerutu Damon. *** “Apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini, Navaro?”tanya Wren akhirnya. Ini hari ketiga Navaro dan Eliza bersama mereka di Acasa Manor. Entah sejak kapan tepatnya, Navaro dan keluarganya tidak pernah lagi menempati Dragoste Hall dalam setiap kunjungan mereka hingga saat ini. Wren menahan rasa ingin tahunya selama tiga hari karena mereka semua memang menghabiskan waktu bersama-sama dengan istri-istri mereka. Dia tidak ingin menanyakan masalah ini saat para wanita itu bisa saja mendengarnya. Dan hal terakhir yang ingin Wren lakukan adalah menambah kecemasan Lily. Navaro berbalik dan menemukan Wren berdiri tidak jauh dibelakangnya. Padahal sampai beberapa detik yang lalu dia masih sendirian menatap bangunan kaca di depannya itu. Jarang sekali Navaro larut dalam pikirannya sendiri hingga tidak menyadari kehadiran makhluk lain disekitarnya. Dengan wajah tanpa dosanya, Navaro meNefeningkan kepala menatap Wren. “Aku tidak mengerti apa yang kau tanyakan, Wren.” Wren tahu kalau tidak mudah mengorek informasi dari sahabatnya ini saat Navaro sedang tidak ingin berbagi. Lagipula, makhluk mana yang bisa menembus perisai mental malaikat? Tapi Wren punya sesuatu untuk memancing informasi dari sahabatnya itu. “Lucifer memintaku berhati-hati. Lucunya, setelah banyak masalah yang terjadi selama ini, baru kali ini Lucifer menyarankan hal itu padaku. Dia bahagia melihatku kesusahan. Tapi kali ini dia memberikan peringatan lebih dulu. Rasanya aneh kalau dia malah membantu agar aku tidak terjebak masalah. Satu-satunya yang bisa kupikirkan adalah ada masalah besar yang mungkin sedang terjadi. Sebagai Cerubhim, kau tidak mungkin tidak mengetahuinya sementara Lucifer terlihat yakin dengan apa yang dia temukan.” “Tidak ada kejadian khusus yang harus dicemaskan, Wren.”jawab Navaro lagi, tetap menolak untuk mengatakan apa yang Wren inginkan. “Benarkah?” “Ya.” “Kau tahu kalau aku tidak bisa masuk dalam pikiran siapapun, dan itu termasuk kau, Navaro. Kau aman selama kau tidak mengundangku lebih dulu.” Navaro menghela napas panjang, “Aku tidak menyembunyikan apapun. Kalau aku butuh bantuan, aku pasti akan mengatakannya.” “Aku harap kau ingat itu, Navaro.” “Hanya kau yang berani bicara dengan nada mengancam padaku tapi tidak berakhir dengan kematian. Dan itu belum cukup, bukan?”tanya Navaro tiba-tiba. “Tidak ada yang memahami kesetiaan lebih baik daripada kita. Aku tidak akan menghancurkan pondasi itu karena masalah kecil atau masalah ini.” Wren melangkah menuju teras yang menghadap rumah kaca dan menatap langit yang mulai dipenuhi bintang. “Karena pesan Lucifer membuatku curiga dan berpikir. Dia tidak hanya mengatakan hal itu padaku, Navaro. Tapi dia bahkan memaksa Lily berjanji untuk berhati-hati dan memastikan Lily untuk mengeluarkan Lev saat aku tidak ada disisinya. Dia tidak akan melakukan itu kalau tidak ada sesuatu yang akan terjadi. Lucifer tidak mudah untuk dibuat khawatir oleh apapun mengingat dia adalah ketakutan itu sendiri.”gumam Wren pelan, “Kekuatan kuno... Kalau Lucifer saja mengatakannya sebagai kekuatan kuno, aku tidak bisa membayangkan apa sebutannya untuk kita.”tambah Wren kemudian. Navaro menggeleng tidak percaya mendengar apa yang Wren katakan. Lucifer memberitahukan lebih banyak dari yang seharusnya diketahui oleh makhluk-makhluk di bumi. Tapi tentu saja Lucifer bisa melakukannya tanpa memikirkan risiko apapun dari kecerobohannya. Lucifer bukan lagi penghuni Regnum Angelorum. Dia tidak mungkin diusir dari sana jika ketahuan memberi tahu rahasia langit pada makhluk di bumi. Tidak seperti Navaro ataupun malaikat lainnya. “Mungkin belum terjadi, Wren. Lebih baik kita menuruti Lucifer dengan selalu berhati-hati sampai kita tahu apa yang sebenarnya akan terjadi. Walau rasanya sulit dipercaya kalau aku kini bisa dibilang telah bersekutu dengan The Fallen Angel.”gumam Navaro datar, “Regnum Angelorum akan gempar kalau mereka tahu apa yang kulakukan saat ini.” “Aku tahu kalau kau tidak akan mengatakannya. Tapi apa masa depan yang kau lihat, Navaro?” Navaro menyandarkan tubuhnya di kaca jendela beberapa langkah dari Wren dan ikut menatap langit. “Kau tidak akan berhenti bertanya sebelum aku mengatakan apa yang kau ingin dengarkan, bukan?” “Tergantung.” “Aku tidak bisa mengatakan lebih banyak lagi. Hanya saja... Begini, Eliza memiliki firasat buruk tentang kasus yang terjadi belakangan ini. Sialnya, aku juga merasakan firasat yang sama. Yang membuatku tidak bisa melepaskan masalah ini begitu saja adalah fakta kalau aku tidak bisa melihat apa-apa di masa depan. Hitam. Tidak ada gambaran, Wren. Tidak ada sama sekali.” “Aku ingat kalau kau juga tidak bisa melihat masa depanku setelah berpasangan dengan Lily.”gumam Wren kemudian yang dijawab Navaro dengan anggukan singkat, “Lucifer merasakan kekuatan kuno terbangun dari tidur panjangnya. Apakah mungkin kalau pemilik kekuatan ini adalah The Fallen Angel lain yang tertidur lama, Navaro?” “Entahlah.” “Kau tidak bisa melihat masa depan The Fallen Angel. Itu fakta.” “Ya.”sahut Navaro cepat tanpa masalah mengakui kelemahannya itu. “Masalahnya adalah pada kenyataannya, ada banyak malaikat yang diusir dari Regnum Angelorum, Wren. Lucifer bukan satu-satunya dan bukan yang pertama atau yang terakhir meski hanya pengusiran Lucifer yang akhirnya menggetarkan langit dan bumi. Kalau kekuatan yang bangkit itu adalah salah satu dari The Fallen Angel, aku benar-benar tidak bisa menebak siapa yang akan muncul.”tambah Navaro datar. “Berapa banyak malaikat yang terusir dari langit, Navaro?” “200, dan aku berharap jumlah itu tidak bertambah.” Navaro tahu kalau dia sudah membuka rahasia langit pada penghuni bumi. Hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang malaikat rendah sekalipun. Selain karena makhluk di bumi tidak memiliki hak mengetahui kejadian-kejadian di langit, kemungkinan timbulnya penyerangan terhadap Regnum Angelorum kalau rahasia langit diketahui non malaikat jauh lebih besar. Tapi Navaro tahu kalau Wren tidak akan melakukan hal bodoh itu. Setidaknya Navaro percaya kalau Wren tidak akan mengkhianati hubungan yang ada diantara mereka. “Dan kalau dia lebih kuno dari Lucifer...” “Kita dalam masalah.”gumam Navaro lirih. Navaro tahu pasti kalau malaikat-malaikat kuno memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada yang dimiliki oleh malaikat terkuat saat ini. Malaikat kuno memiliki kekuatan yang langsung diberikan oleh Sang Pencipta. Kekuatan mereka tak terbayangkan. Satu-satunya malaikat kuno yang masih ada hingga saat ini dan tetap berkuasa di Regnum Angelorum adalah Seraphim. Kekuatan Seraphim tergambarkan dari banyaknya lekukan sayap yang dimilikinya. Dan Navaro juga tidak akan memungkiri kalau orangtuanya juga bagian dari malaikat kuno. Calluella bahkan lebih kuno daripada Dragunov. Kekuatan keduanya yang melindungi Calluella Isle dan juga Palacio de Luz, kekuatan yang bahkan masih bisa dirasakan hingga saat ini. Masalahnya adalah malaikat-malaikat yang terusir dari Regnum Angelorum memiliki kekuatan yang berbeda dengan malaikat-malaikat di Regnum Angelorum. Kekuatan mereka berubah ketika diusir dari tempat itu dan ditolak saat berniat masuk kembali. Rumor mengatakan kalau sumber kekuatan mereka-lah yang bertambah. Malaikat mendapatkan kekuatannya hanya dari energi alam dan bawaan keturunan. Sedangkan The Fallen Angel mendapatkan kekuatannya dari energi negatif di muka bumi dan energi alam. The Fallen Angel memiliki sumber kekuatan tak terbatas. Karena selama masih ada satu manusia saja yang hidup dengan energi negatif dalam tubuhnya, The Fallen Angel masih memiliki sumber kekuatan. “Kalau kau bilang begitu, sepertinya memang akan terjadi masalah.”sahut Wren lalu menambahkan dengan cepat, “Setidaknya Lev bisa melindungi Lily kalau kami tidak bersama.” Navaro langsung menatap Wren tajam saat mendengar vampir itu menyebut nama si monster laut. “Bagaimana bisa kau tetap santai sementara istrimu membawa monster kuno dalam tubuhnya kemanapun dia pergi?” “Kau tidak akan bisa membayangkan betapa terkejutnya aku saat menemukan Lev di rumah ini. Terlebih lagi apa yang makhluk itu lakukan setelahnya.”gumam Wren pasrah. “Lev nyaris membuat anggota klanku menjadi Sup Vampir. Makhluk itu benar-benar tidak pandang bulu apa yang akan menjadi makanannya.” “Leviathan itu makhluk penghancur.”gumam Navaro pelan. “Tapi dia terbukti bisa melindungi Lily. Dan aku tidak peduli hal lainnya.”balas Wren cepat. “Sikapmu yang masa bodoh ini tidak pernah hilang. Aku sering kali berpikir kenapa aku bisa mempercayakan anakku padamu selama ini dan tetap tidak menemukan alasan untuk menghentikan kebiasaanku itu.” Wren menyeringai lebar mendengar pengakuan Navaro. Malaikat itu jarang mengungkapkan isi hatinya secara langsung seperti tadi. Dan bagaimanapun cara Navaro mengungkapkannya, Wren tidak akan pernah tersinggung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN