Berbekal dari resep yang ia dapat dari google, Gandhi dengan ragu menyiapkan segala bahan yang ia butuhkan. Ketika melihat ke arah kompor, sorot horor itu masih jelas di sana. Ia tidak berbohong ketika ia bilang ia takut setengah mati. Sumpah demi apa pun, kepalanya mendadak pusing dan perutnya melilit bukan main. Rasa-rasanya ia ingin muntah detik itu juga. Tapi tak enak saja melihat Elea yang tengah duduk anteng, menunggu sambil menontonnya dari balik pantry. Wanita itu amat serius, menaruh atensi sepenuhnya pada Gandhi yang berdiri kaku. Ia rasa tubuhnya mulai berubah jadi patung sekarang. Sulit digerakkan. Tapi tidak. Dia harus berani. Dia harus melawan rasa takutnya. Itu kan yang sejak awal tadi ia tancapkan di hati? Ia yakin kan di sanubari? Lantas, dengan bulir dingin yang mulai m

