"Gaar!" Cylvi mengambil posisi duduk di sebelah Gaara yang sedang mengerjakan tugasnya. Cylvi meringis kecil ternyata Gaara lebih rajin darinya bahkan cowok itu jenius. Itu rahasia umum. Nama Gaara Alvaro selalu terpajang di mading sekolah dengan berbagai prestasi yang ditorehkannya pada sekolah. Ya, kecuali sifat bandel Gaara yang suka kambuh. "Hm?" Tak perlu menoleh, Gaara hanya bergumam tak jelas. "Lo gak obatin luka lo?" Bukan perhatian mungkin bagi Cylvi, ia hanya bertanya. Ia akan terus menyangkal jika ia mulai perhatian pada Gaara. Kalaupun perhatian, itu karena Gaara temannya. Mungkin? "Nggak." "Perlu gue bantu obatin lo?" Gaara menatap ke arah Cylvi aneh. Akhir-akhir ini mereka canggung bahkan tak berbicara. Kenapa sekarang Cylvi menawarkan diri untuk mengobatinya? Merasa Ga

