3

823 Kata
"Nada, lo gaboleh ngomong gituh" kana menegur nada karna ucapannya yang kasar. Baru beberapa langkah, Kana dikejutkan dengan suara "Woy!" ucap Ganendra membuat Kana dan Nada membalikan badan. "Udah udah jan diladenin" kedua teman Ganendra mencoba meredam emosinya. Ganendra ini orang yang irit bicara tapi sekalinya bicara bisa melukai hati orang. kemasuk orang yang asal ceplos. "Lo ga ngaca? Gue sama lo masih pendekan lo" "Kalo gabisa ninggiin badan tinggiin tuh sopan santun lo, jan keliatan kaya orang beg*" lanjutnya dengan muka datarnya dan membalikan melenggang pergi. kedua temannya sudah tau akan seperti ini Ganendra itu kalo udah ngomong ga disaring. Apalagi kalo orang itu membuatnya marah. "Hehh! Lo ngomong apa barusan?" "Mau kemana lo anji** Heh jan kabur lo!!!" Ganesha menghiraukan Nada, Kana menahan Nada yang akan mengejar Ganesha. "Udah udah Nad, yuk kantin" sambil terus menahan Nada di pelukan nya banyak yang melihat mereka karna ini jam istirahat, dan ada dua siswi yang mendekati mereka. "Nada kenapa? Ribut sama cowo itu?" Tanya Rosa salah satu dari siswi itu, Kana menganggukkan kepala sebagai jawaban karna dia masih menahan Nada yang terlihat sangat marah. "Dia emang gituh, omongannya gapernah disaring." kata Dina siswa yang lain menambahkan. "Kita kan sekelas sama dia. Namanya siapa yah lupa" "Ganesha kalo ga salah" Kata Dini. ~~~ Beberapa bulan kemudian, tepatnya bulan November. Saat ini waktunya pulang sekolah. Tiba tiba ada yang memegang bahu Kana. Kana langsung menoleh oh ternyata itu Sella teman sekelas Kana di sampingnya ada Eka dan Gina mereka selalu bertiga. "Kana mau ga ikut jalan bareng kita, paling makan-makan? Tanya Sella "Mmm gimana ya" sebenarnya Kana gamau ikut, tapi Kana merasa tidak enak hati karena selalu menolak ajakan mereka akhirnya Kana meng Iyakan ajakan mereka. "Ayo ayo" -Gina "Yeyy, gue pengen ngobrol banyak sama lu hehe" kata Sella "Iyah kalo gitu gue ajak Nada yah" kata Kana sambil bangun dari duduknya mau nyari nada, paling dia ada di toilet. "Eh eh" "Nada?" Kata mereka menghentikan langkah Kana, kana berbalik "Kenapa? Gue biasanya kalo jalan ajak Nada, Nada boleh ikut kan? Tanya kana. mereka seperti kurang menyukai Nada tapi kalo sampe Nada ga ikut Kana mau ngebatalin aja hangout sama mereka. "Boleh ko boleh" kata Sella dengan senyum yang terpaksa. Setelah itu Kana langsung pergi mencari Nada. "Sebetulnya gue ga nyaman kalo ada Nada" kata Eka "Iyah gue juga" sahut Gina "Nada itu aga gimana gituh" "Iyah di agak---" "Kasar!" sahut Sella memotong ucapan Gina ~~~ Sekarang mereka sedang menikmati ramen, setelah tadi keling-keling mall. "Anji** panas" Nada mengumpat tangannya terkena tumpahan kuah ramen yang panas, itu kesalahannya sendiri. "Nada lo jangan kasar-kasar" Kana mencoba menasihati Nada. "Kan gue kaget nih tangan gue panas" katanya menunjukan punggung tangannya yang memerah karna tumpahan kuah. Nada punya kulit putih jadi kelihatan jelas. "Iyah tapi tetep gaboleh gituh" Kana sambil memberikan es batu dari es yang dia pesan untuk kompresan tangan Nada. Sella dan teman-temannya hanya melihat dengan ekspresi aneh, ko Kana mau yah temenan sama Nada yang kasar itu? "Kalian ko bisa temenan?" Tanya Sella posisi Sella sekarang ada di depan Kana. Sella dan kedua temannya duduk di sofa, Kana dan Nada di kursi sebrang Sella. "Kita se SMP. Kita mulai temenan pas kelas 8 kemana-mana selalu berdua" jelas Kana "Mmm gtuh hehe" "Iyah gituh" Lalu mereka mulai mengobrol ringan Sambil memakan ramen nya. Nada tidak ikut gabung karna merasa tidak nyaman dengan Sella dan teman-temannya. "Btw, kata anak kelas lain anak cowo di kelas kita cakep-cekep" "Kana lo punya gebetan? Lo bisa milih mau cowo yang kaya gimana" lanjut Sella "Iyah Kana kan populer" tambah Gina "Hooh, cantik, pinter lagi" sahut Eka dengan menganggukkan kepala tanda setuju kalo Kana itu Cantik pintar dan populer. "Kana, lo punya gebetan?" Tanya Sella "Emmm gimana ya" Kana ingin mengatakannya tapi dia malu "Bilang aja kita juga bakal bilang, tapi harus saling jaga rahasia" kata Eka "Siapa?" "Anak kelas kita?" "Iyah sih ada tapi-" "Angkasa ya?" Tanya Sella memotong ucapan kana "Bener ya? Kalian keliatan deket banget. Temen-temen yang lain juga bilang kalo kalian lagi PDKT." Kana tersenyum malu-malu "Gue pengen tau ini karna ... gue suka sama Angkasa" lanjut Sella dengan malu-malu "Tapi ga mungkin kayanya, tapi kalo cuman temenan juga gapapa. Gue pengen minta tolong sama lo. Lo marah ya?" Tanya Sella pada Kana. Nada menatap sella dengan jengah dia sudah menduga Sella akan seperti ini ada udang dibalik batu. Butuh beberapa detik sebelum Kana menjawab pertanyaan Sella "Gue gapunya hak buat itu, gue juga tau bisa bantu lo atau ngga" Kata Kana dia memang tidak berhak mengatur Angkasa akan berteman dengan siapa dia cuman teman angkasa, setidaknya untuk saat ini dia temannya. Kana juga gabisa marah ke Sella karna dia merasa gapunya hak untuk marah, memangnya dia pacaranya Angkasa. "Lo pasti bisa bantu gue. Gue cuman pengen bisa ngobrol sama Angkasa" Kata Sella memberitahu keinginannya dengan senyum mencoba membujuk Kana agar membantunya. BRAAAK . . Tbc Jangan lupa komen ya! Hehe Dari manusia yang suka seblak Cilegon.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN