Malam setelah dinner. Calvin menagih janji Ayana untuk menunjukkan sesuatu padanya. Seperti yang telah diucapkan Ayana di mobil. Ayana mengajaknya duduk di kursi. Beranjak ke arah nakas, membuka laci paling bawah dan mengambil buku catatan serta segala hal yang dirahasiakan Jovanka selama ini. “Kenapa aku baru tahu kalau laci paling bawah sudah dimodif?” tanya Calvin. “Iya, Mas. Aku juga gak paham.” Ayana mengeluarkan bukunya tadi kemudian membawanya. Calvin meminta Ayana duduk di tepi tempat tidur saja, tidak perlu ke kursi. “Mas, aku menemukan buku harian Jovanka. Isinya membuatku terkejut. Niatku memberitahukan ini bukan untuk meretakkan hubungan kalian, tetapi menjadikan cermin bagi kita agar bisa memperbaiki bagian yang salah agar orang lain dan diri sendiri bahagia. Calvin meng

