Kening Satya berkerut cukup dalam ketika melihat sebuah box berbentuk hati dengan warna norak di atas mejanya. Pria itu menoleh ke kiri dan ke kanan memeriksa barangkali di kantornya ada seseorang yang sedang bersembunyi, namun ia tak mendapati siapapun ada di sana. Satya ingin membuang box norak tersebut, akan tetapi ketika ia melihat ada memo di atasnya membuat Satya pun mengurungkan niatnya, kemudian ia mengambil memo tersebut dan membacanya. “Untuk suamiku tercinta, dimakan ya.” Satya membacanya pelan. Sebuah senyuman mengembang lebar saat ia melihat ada emotikon tersenyum di akhir kalimat. Satya mengenal betul tulisan itu adalah tulisan Aiyana. Terlalu girang mendapatkan surat kecil itu, Satya memeluknya suratnya dengan wajah berbinar-binar. Lalu sesaat kemudian ia membuka box berb

