29 – Bukan Ini yang Kumau

2221 Kata

AIYANA Sorot lampu yang sangat silau adalah hal pertama yang menyambutku setelah aku membuka mata, terpaksa aku harus mengedipkan mataku berkali-kali, tak bisa cepat tapi perlahan-lahan pandangan mataku kini mulai jelas. Tak hanya pandangan mataku, tapi juga ingatanku pun perlahan kembali memenuhi ruang dalam otakku, memaksaku untuk mengenang semua memori yang kuharap terhapus saat anastesi merenggut kesadaranku beberapa waktu lalu. Sejujurnya aku tidak tahu, sudah berapa lama waktu berlalu, tapi kuyakin bukan waktu yang sebentar, bahkan aku sempat berpikir mungkin aku tak akan pernah bangun dan menikmati kehidupanku yang sangat rumit ini. Nyatanya, Tuhan masih tak ingin aku kembali kepada-Nya, Dia masih ingin aku menikmati setiap kepahitan yang ada di dunia ini. “Nona Aiyana … apa kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN