18 – Atas Nama Pertemanan

2347 Kata

Tangan Satya terulur menyentuh tepat di ujung bawah bibir Aiyana, ada sisa makanan di bibir Aiyana karena terlalu bersemangat menghabiskan ayam bakar yang baru saja mereka beli di depan komplek ruko. Aiyana terkejut hingga akhirnya spontan memundurkan kepalanya. “Dari dulu sampai sekarang cara makanmu nggak berubah,” ujar Satya kemudian ia memasukkan jempol bekasnya mengusap bibir Aiyana ke dalam mulutnya sendiri. Melihat itu wajah Aiyana memerah, tak habis pikir dengan Satya. Apa-apaan sikapnya seperti itu? Dan kenapa dia belum pulang juga dari butiknya, malah ikut duduk bersama dengannya di meja makan sederhananya ini. Kalau dipikir-pikir sebenarnya juga salah Aiyana, ia sama sekali tidak mengusir Satya ketika pria itu turun dari mobilnya dan ikut masuk ke dalam butiknya. Bahkan saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN