"Dia tahu!" Eudith menghempaskan bokongnya pada sofa di hotel tempat dirinya menginap. "Dia mengetahui semuanya, Houston." Memijit pelipisnya pelan yang terasa ingin pecah. Houston tersenyum simpul. "Ya, terbukti dari leher anda yang memerah," Sedikit menggoda Eudith tidak apa-apa, 'kan? Houston kembali bergumam. "Lagipula, anda terlalu meremehkan keluarga Geveaux, Nyonya." Ia mengantar segelas air mineral untuk wanita hamil tersebut. "Lalu, apa yang terjadi?" Eudith kembali menerawang pada satu jam sebelumnya, "Jadi, apa masih belum cukup bermain kucing-kucingannya, Eudith Ellena Gilbert?" Eudith langsung terdiam. Melepaskan tangan Aeron yang masih merangkul pinggangnya walau Aeron sama sekali bergeming. "Anda salah orang, Tuan." Dan tanpa disangka Eudith, Aeron langsung tertawa. "Oh

