Setelah Ansell dan Maria bermesraan sudah saat kembali pada kehidupan masing -masing. Ansell menggenggam erat tangan Maria berjalan berdua menyusuri koridor hotel. Ada perasaan nyaman di hati Maria saat Ansell begitu melindunginya. Bahkan, Ansell sering membelai rambutnya. Ia merasa begitu dicintai. "Nanti aku yang akan menjelaskan ke Papa dan Mama mu kalau tadi malam kamu bersama ku," ujar Ansell. "Ga masalah. Aku sudah biasa pulang pagi," ucap Maria santai. "Bukan seperti itu, tapi ga baik kalau seorang gadis pulang pagi, Maria." "Iya." Maria hanya menjawab seperlunya saja. Ia sedang memikirkan bagaimana kalau Exel mengetahui tentang kejadian malam ini. Dari dulu hanya Exel saja satu-satunya pria yang pernah bercinta dengannya. Ansell terus mengajak Maria berbicara sambil ia m
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


