Agenda Adrian (1)

233 Kata

Dear agenda.. Aku terpekur seorang diri di ruang kerjaku. Untuk pertama kalinya menatap setiap sudut ruangan dengan perasaan hampa yang mencekam. Aku terluka sampai tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Cintaku baru saja kandas. Harapanku baru saja sirna dengan nyata. Aku harus melepas kenangan manisnya bersama rinduku yang terus meratap tentang dia dan dia.  Dan di sisi lain. Senyum gadis itu membayang tanpa bisa kuenyahkan. Masa laku dan masa kini menjadi dua kesatuan yang membingungkanku. Aku seperti terjebak dengan pikiranku sendiri. Di satu sisi ingin melupakan tapi belum bisa. Di sisi lain, ingin kuselami tapi belum punya cukup keberanian. Apa ini hanya rasa penasaran sesaatku? Atau pelarian semata? Tidak. Aku sudah memutuskan untuk berhenti bermain cinta. Tidak boleh ada korba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN