Dear diary.. Semua masalah menumpuk di kepalaku. Aku lelah menjadi korban yang dianggal tersangka! Aku jengah mengalah pada keadaan yang salah! Aku ingin marah! Meluapkan semua sesak dalam batinku sampai tuntas. Tapi, kenapa rasanya begitu sulit sekali kuhadapi. Aku yang terbiasa sendiri. Terbiasa kesepian. Terbiasa terluka. Haruskan menanggung semua kesalahan orang lain sekarang? Sampai kapan? Sampai kapan? Aku hanya ingin bebas menjadi diriku sendiri. Bebas menolak tuduhan dan hinaan yang jelas bukan diriku. Tapi aku bisa apa? Semarah-marahnya aku, bukan diriku kalau sampai menyulitkan orang lain. Meski itu si tersangka sekali pun. Lalu, harus sampai kapan kutahan semua rasa sakit ini? Dan entah kenapa. Di saat aku terjatuh kali ini. Aku menemukan dia mengulurkan tangab membantuku

