Bab. 10 - Wijayakusuma

1830 Kata

Orang lain mungkin menganggapku lemah Tapi, ternyata kamu justru hadir dan menguatkanku... -Adrian- *** Sore menjelang pulang, Naya malah melamun di ruang kerjanya. Satu tangan bertopang dagu, teringat kejadian pagi tadi. Bila ingat ekspresi Adrian yang penuh tawa di hadapan Ayu dan suaminya, bukannya ikut senang, Naya justru merasa iba. Ia kasihan pada Adrian. Mungkin semua orang tak ada yang tahu. Senyum serta tawa pria itu hanya tampak di luar saja. Naya bisa merasakan kepura-puraan yang dipaksakan dalam diri Adrian. Pastilah lukanya sangat mendalam sampai-sampai Adrian bersikap seolah dirinya baik-baik saja di depan wanita yang telah mematahkan hatinya itu. Sebuah pesan masuk membuyarkan lamunan Naya. Ia baru saja mendapat kiriman bunga dari teman lamanya. Gadis itu segera me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN