Jujur. Aku ingin mengatakan iya untuk perasaan yang dia sampaikan... Tapi, aku tak ingin hanya menjadi bagian dari koleksi tanpa kepastian... -Naya- *** Beberapa hari telah berlalu begitu cepatnya. Namun, entah kenapa terasa lambat bagi Naya. Belakangan gadis itu kesulitan tidur dan jadi lebih banyak begadang. Kadang bisa sampai menjelang subuh. Paginya di kantor jadi mengantuk. Sejak pernyataan Adrian beberapa waktu lalu, bukannya tenang, Naya justru semakin kacau. Antara menyesal campur bahagia campur ragu-ragu. Bukannya ia gengsi mau menerima Adrian. Bukan pula ia tak cinta. Hanya saja ia tak sanggup jika kelak mereka harus putus dan saling membenci. Ia tak mengharapkan status pacar kalau cuma untuk percobaan saja. Lebib baik tidak usah sama sekali. Naya ingin keseriusan yang be

