Hari yang dinanti-nanti itu akhirnya tiba. Langit cerah, seolah ikut bersorak menyambut kebahagiaan Serena. Gaun toga hitamnya berkibar lembut diterpa angin pagi, sementara topi wisuda yang dia pakai terasa begitu ringan, tak seberat harapan yang dia genggam selama ini. Dengan langkah mantap, Serena berjalan menuju halaman kampusnya. Suara riuh rendah keluarga dan teman-teman wisudawan memenuhi udara, tetapi telinganya justru mencari satu suara yang tak kunjung terdengar. Jevynn. Ia menoleh ke sekeliling, memindai setiap sudut, berharap melihat sosok tinggi itu tersenyum padanya dari kejauhan. Tapi seperti yang dia duga, Jevynn tak datang. Ya, sebenarnya Serena juga tahu dan sadar betul bahwa Jevynn tak akan datang, tapi entah kenapa dia berharap ada orang istimewa yang menema

