“Mas, maaf ya.” Bintang berbisik pelan, hampir tak terdengar. Abi yang sebelumnya tampak bersemangat, kini terlihat kecewa setelah mengetahui ‘si merah’ datang. Tanpa berkata apa-apa, dia hanya merangkul Bintang dari belakang, pelukannya hangat tapi penuh rasa frustasi. “Apa aku kurang expert, Bee?” tanyanya lirih, suaranya terdengar gundah. Bintang terdiam, terkejut mendengar perkataan Abi. Dengan cepat, dia berbalik, matanya membulat tak percaya. “Mas, kok bisa bilang begitu? Aku jadi nggak pede karena ini yang pertama buatku,” jawab Bintang. Tangannya terulur, mengusap pipi Abi dengan lembut, lalu turun ke bibir suaminya, bermain-main dengan bibir bawahnya, seolah berusaha menghiburnya. “Waktu kita masih banyak, kan, Mas? Sabar ya, cuma tujuh hari saja.” Abi mengangguk, berusaha meny

