Setelah semalam suntuk mencari tahu tentang kasus yang menimpah ayah Dean, Almira tak juga menemukan kebenaran. Hanya Tuhan, Demian, dan juga Brata Kertajaya yang mengetahui apa yang terjadi di masa lalu. Hidupnya terlalu kacau, hingga apa yang pernah ia jalani terasa semu. Demian dan Dean yang sempat mendapatkan kepercayaannya membuatnya seakan tak mengenal keduanya. Ia lagi bisa tahu siapa yang bersalah. Dirinya memang bukan hakim, bukan pula Tuhan yang bisa memutuskan sesorang bersalah atau tidaknya. Namun keduanya membuat hatinya kacau. Hidupnya hancur hanya karena persoalan yang belum selesai di antara mereka. Mengapa Almira yang harus dikorbankan dalam permainan mengerikan itu? Semenjak mengetahui siapa Dean sebenarnya. Almira memutuskan untuk tak lagi bekerja di perusahaan lelaki

