"Yasmin tidur, Nang?" tanya Wening saat melihat anak lelaki sulungnya masuk membopong tubuh Yasmin. "Iya. Kenyang dan capek sepertinya," "Tidurkan di kamar Ibu. Biar Firna bisa istirahat. Dan gak ketularan sakit bundanya." Danang menurut dengan perintah sang ibu. Ia lalu kembali ke mobil untuk mengambil makanan yang ia beli. "Duh, Firna, kamu kenapa sakit seperti ini? Kamu kenapa tidak sembuh-sembuh? Ibu jadi sangat khawatir. Takut terjadi yang tidak-tidak lagi. Sudah kehilangan Adrian, masa kamu seperti ini sih, Nak?" Suara Wening terdengar telinga Danang dari dalam kamar Yasmin. Ayah Nadine dan Raline memegang ponsel yang sudah mati. Ia kini berada di kamarnya. Seharian ia belum menghubungi Rasti. Dan kini, saat benar-benar butuh, benda itu tidak bisa digunakan. Ingin rasanya segera

