“Rasti, kamu mau ke mana?” tanya Danang ketakutan, saat melihat istri yang bibirnya sudah membesar keluar kamar dalam keadaan rapi. Alih-alih mendapatkan jawaban, Danang justru diabaikan. Rasti berjalan begitu saja melewati sang suami yang memandangnya dengan iba. “Aku antar, kamu mau ke mana?” Danang menghalangi langkah Rasti. “Minggir! Jangan campuri urusan aku lagi!” lirih Rasti. Namun, dengan nada yang tegas. Sorot matanya memperlihatkan kalau ia sangat marah. “Rasti! Kamu dalam keadaan tidak baik-baik saja. Kamu mau kemana, katakan! Mau berobat? Mau jemput anak-anak? Biar aku yang melakukan,” bujuk Danang. “Sadar kamu, Tuan Danang, kalau aku saat ini sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja?” ucap Rasti dengan sinis. “Dari tadi kamu kemana saja? Aku dalam keadaan tidak baik-baik

