“Kenapa?” tanya Aris setengah tersenyum. “Oh, gak papa,” jawab Rasti berbohong. “Kamu takut sesuatu hal?” tanya Aris lagi. “Jangan pernah takut, bila kamu berada dalam posisi yang benar,” sambungnya lagi. “Saya sendirian di sini, Pak,” aku Rasti jujur. “Saya harus berjuang seorang diri untuk mendapatkan keadilan,” “Kamu saja yang tertutup. Jangan khawatir. Tunggulah sebulan lagi. Ketika semua sertifikat berhasil diblokir dan kamu sudah maju untuk pembuatan sertifikat baru, kamu sudah bisa melakukan semuanya. Atau membongkar tengan semua hal yang kamu tahu. Sekarang, pulanglah! Lanjutkan hidup dan temani anak-anakmu. Kamu tidak perlu ke sini lagi. Saya yang menguruskan semuanya. Dan bila sudah waktunya tiba, kamu akan saya hubungi.” “Masalah pengacara itu, bagaimana, Pak? Soalnya, saya

