Happy Reading! Arvind menyentuh darah yang berceceran di lantai lalu menatap tali yang tergeletak di bawah kursi. Tali yang putus seolah di potong oleh sesuatu. "Tuan, sepertinya nyonya tadi diikat di sini." ucap Roy lalu segera memeriksa sekeliling. Sepertinya mereka berada di ruang bawah tanah bangunan tua ini. Sedang Arvind hanya diam menatap jejak darah di lantai yang sudah hampir mengering. Pikirannya mulai berkecamuk. Ketakutan bahwa mungkin telah terjadi sesuatu pada Ayyara dan calon bayinya, membuat Arvind tak bisa mengatakan apapun. Sialnya lagi, baik Karin, Mera dan tiga preman di luar kompak berkata tidak tahu. Bahkan setelah dipukul hingga memuntahkan darah, mereka tetap bungkam. "Tuan, sepertinya kita harus mencari ke luar. Mungkin saja mereka memindahkan nyonya ke huta

