Bab 44

955 Kata

Happy Reading! Ayyara membuka matanya lalu perlahan bangun. Ia menatap sekeliling lalu mengernyit bingung. "Ini kamar siapa?" gumam Ayyara pelan. Bukannya mereka dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya tapi kenapa ia malah tidur di kamar ini. "Eghh_shhh"Desis Ayyara lalu menyentuh perut bagian bawahnya. Rasanya masih nyeri ketika ia mencoba turun dari tempat tidur. Ayyara memegang perut dan pinggangnya lalu melangkah menuju sebuah pintu. Ceklek "Nak Arvind mau makan yang mana? Ibu sudah masak banyak sayuran." "Saya nanti saja, buk. Tunggu Ayyara." "Oo kalau begitu, nak Arvind ngobrol saja dulu sama bapak. Ibu mau ke depan jaga warung." Ayyara menggaruk kepalanya. Kenapa ibunya terlihat sangat akrab dengan tuan Arvind. Apalagi sekarang bapaknya terlihat santai mengobrol denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN