Bab 38

670 Kata

Happy Reading! "Bapak sama ibu baik-baik saja kan?" tanya Ayyara. "Iya. Kami baik-baik saja. Kamu bagaimana nak, kenapa baru menelepon sekarang?" Ayyara menghembuskan napas pelan. "Ayyarakan kerja, buk." "Kamu kerja apa di sana, nak?" Ayyara diam. Dulu saat ia ikut nyonya Karin. Ia hanya bilang akan pergi bekerja di rumah keluarga kaya. Orang tuanya tidak tahu tentang perjanjian yang ia buat. "Semuanya, buk. Yang penting kan bisa bayar hutang kita." jawab Ayyara bohong. "Hutang kita sudah lunas, nak. Kamu tidak tau?" Ayyara melotot kaget lalu mengingat perkataan ibu tuan Arvind. Sepertinya beliau tidak bohong tentang membayar hutang dan memberi keluarganya rumah dan pekerjaan yang layak. "Benarkah?" tanya Ayyara seolah kaget. "Jadi kamu belum tahu? Padahal pria yang membayar h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN