Pendahuluan kisahnya...

1513 Kata
Lovina Adenia gadis berparas cantik dan sangat ceria. Lovina sering dipanggil dengan panggilan "Opin" karena sikapnya yang selalu riang walaupun ada masalah yang sedang dihadapinya. Opin terkenal dengan orang yang ramah, tidak pernah membedakan temannya, baik itu kaya bahkan miskin tidak pernah menjadi masalah baginya. Opin selalu berusaha membuat orang lain tertawa dan terbawa dengan cerianya, dia sendiri bahkan selalu memperlihatkan ekspresi bahagia walaupun ada luka, keluh kesah, lelah, ataupun lemah dengan kerasnya dunia.... Opin adalah siswa kelas 10 di SMA Harapan Bangsa, dia melanjutkan sekolah disana bersama dengan beberapa orang temannya dari SMP. Opin terkenal mudah bergaul, baik hati, sopan, dan anak yang pintar dari SMP. Suatu ketika sesaat memasuki dunia di bumi seragam putih abu-abu Opin dipertemukan dengan seorang cowok yang belum pernah dikenal sebelumnya. Siswa-siswi lain sangat kenal dengan cowok itu, dia seorang yang tinggi, kurus, manis, baik dan sangat sopan. Sebutlah namanya "Alfarhan Havid" yang sering dipanggil dengan sebutan "Havid"... Havid seorang siswa yang lumayan pintar, baik hati, sopan, dan sangat ramah. Dia mudah sekali bergaul dengan orang yang baru termasuk Opin yang tidak dikenalnya. Havid awalnya mendekat dan mengajak Opin untuk saling berkenalan. Perkenalan mereka dimulai dengan hal yang biasa saja sama dengan perkenalan teman pada umumnya. Namun, entah kenapa mereka berteman dengan baik. Havid mulai kehidupannya disekolah dengan selalu berteman akrab bersama Opin.... Havid menanyakan dari SMP mana Opin berasal, dan dengan senyuman indah pada wajah manisnya Opin menjawab dari SMP 3 Jakarta. Opin bercerita ada banyak temannya yang ikut melanjutkan perjuangan di SMA Harapan Bangsa tersebut. Disisi lain Opin pun bertanya balik kepada havid, dan ternyata havid berasal dari SMP 8 Jakarta yang tidak terlalu jauh dari SMP Opin. Opin langsung berkata "Wah ternyata kita dekat, namun kita berkenalan hanya di SMA" sembari tertawa bersama-sama.. Semenjak itulah Havid dan Opin berteman.. Mereka gemar sekali berangkat sekolah bersama, menikmati cerahnya matahari pagi, merasakan sejuknya embun pagi dengan berjalan bersama-sama menuju ke sekolah. Opin terkenal dengan kepintarannya, dia selalu mendapatkan juara dari SMP, begitu juga ketika di SMA Opin selalu mendapatkan nilai-nilai yang sangat bagus. Opin sering sekali mengajarkan cara belajar, memecahkan tugas yang diberikan oleh guru pada semua teman-teman sekelasnya. Opin juga sering belajar bersama dengan Havid dan teman-temannya yang lain. Tak hanya tentang Havid, kehidupan Opin begitu berwarna, indah, dan sangat terlihat bahagia.... Pada masa disekolah, Opin berkenalan dengan dua orang teman perempuan yang akhirnya menjadi sahabatnya. Mereka bernama Tifani dan Kiara. Tifani sangat mengenal Opin dengan baik, dia orang yang selalu membuat hari demi hari terisi dengan canda tawa. Tifani tinggal sangat dekat dengan rumah Havid sehingga dia sangat mengenal Havid. Berbeda dengan Kiara, seorang gadis cantik yang lebih pendiam, namun sangat tegas ketika ada wajah-wajah sinis dan tangan-tangan jahat yang datang menghampiri para sahabatnya. Dia selalu mengajak Opin dan Tifani untuk selalu mematuhi aturan sekolah dan tidak melanggar aturan sekalipun. Mereka adalah tiga sahabat yang sangat diminati oleh teman-teman dikelasnya, tapi.... mereka lebih memilih untuk selalu bergandengan, berjalan, dan bercerita hanya untuk bertiga. Suatu saat, tidak tahu kapan dan kenapa bisa ternyata Opin bersekolah ditempat yang sama dengan teman SMP nya yang sangat usil, yang kata orang cocok dengan Opin. Namun, tidak sedikitpun Opin mengubrisnya, Opin hanya membiarkan, dan tidak mau ambil pusing dengan omongan teman-temannya yang suka sekali menggodanya. Cowok tersebut bernama Orlan yang memiliki sifat dapat dikatakan sombong, cuek, dan terlalu kepedean. Dan tepat sekali Opin dan Orlan kembali dipertemukan dikelas 10 Mipa 2 yang sama... Ketika mengetahui hal tersebut, Opin sedikit merasa resah, kacau, dan kecewa. Tetapi bagaimanapun Opin harus hidup dan menikmati masa SMA nya dengan berdampingan bersama masa lalunya. Masa lalu yang sedikit menyebalkan dan membosankan. Opin selalu berusaha menikmati hidupnya, tertawa, dan bahagia. Orlan tenyata tetap cowok yang sama, angkuh, sok wow, sok keren, dan berlagak hebat. Opin yang setiap hari melihatnya merasa selalu gemas dengan sikapnya itu, tapi tetap saja ditahan dan selalu bertahan agar semuanya tetap baik dan berjalan dengan lancar tanpa ada masalah dan perdebatan. Opin dan Orlan bersaing untuk selalu mendapatkan juara kelas, ntah kenapa Orlan tidak bisa mengalahkan Opin, namun ada saja yang membuat Opin merasa sakit hati dengan perkataan kasarnya yang tidak pernah di filter sebelum dikeluarkan... Hari demi hari berlalu, semua terlihat berjalan mulus, bersaing secara sehat, dan berdamai dengan keadaan.. Opin sangat bahagia menjalani warna warni kehidupannya dimasa SMA, dengan teman-teman yang begutu baik, lingkungan sekolah yang begitu nyaman, dan guru-guru yang sangat baik. Opin merasa bahagia karena setiap ada luka dan masalah dikehidupannya serasa seketika menghilang ketika dia berasa disekolah, semua masalah sirna, kegelapan sekejap berubah menjadi terang, sedih seketika menjadi hilang, dan sedikit senyuman diwajahnya yang kembali terpancar. Opin termasuk orang yang mudah menyembunyikan rasa kesedihannya, jarang sekali teman-temannya dapat menebak ketika dia ada masalah ataupun sedih. Hanyalah mereka teman dekatnya yang bisa mengetahui ketika Opin sedang ada masalah dirumahnya. Seperti suatu kalimat " Tidak ada hidup yang mulus, pasti ada lika liku masalahnya" begitu juga dengan kehidupan Opin. Tetepi dengan hatinya yang ikhlas, batinnya yang kuat, dan pundaknya yang teguh Opin mampu menghadapinya dengan suatu prinsipnya "Apapun masalahnya, seberat apapun persoalnya, sedalam apapun kesedihannya, semuanya akan terasa ringan ketika dihadapi dengan senyuman... karena senyuman adalah ibadah yang membuat hati kita menjadi nyaman". Kisah Persahabatan Opin berjalan sangat indah, tak hanya para sahabatnya yang sangat baik, Opin juga terkenal baik dengan semua teman-teman dikelasnya sehingga ia sangat disegani, disapa, dan diajak berteman oleh siapapun. Opin tidak pernah mau menang sendiri, dia selalu memikirkan keadaan orang-orang disekitarnya, walaupun terkadang balasan yang diberikan kepada dia tidak sesuai dengan harapannya sendiri. Tidak tau kenapa dan mengapa hati Opin sangat lemah, dia sedih ketika melihat temannya kesusahan, dia tidak pernah memikirkan apakah mereka akan membalas hal yang sama seperti yang dia lakukan, karena menurutnya kebaikan akan berbuah kebaikan, kejahatan akan melahirkan kejahatan, jadi sedikitpun dia tak pernah lelah dan gemetar untuk menebar kebaikan pada semua teman-temannya... Opin selalu berdamai dengan keadaan, selalu ada tawa setiap saatnya, dan selalu ada cerita disetiap paginya. Opin dan Havid lama kelamaan menjadi sepasag sahabat seiring berjalannya waktu. Kisah mereka juga berliku-liku, banyak tantangan, salah paham, dan perdebatan yang muncul seketika tanpa adanya undangan. Namun, semua itu mereka selesaikan dengan cara mereka sendiri, seburuk apapun keadaan mereka tidak pernah terpisahkan. Sejahat apapun salah paham yang diciptakan oleh orang lain diantara mereka tetap saja mereka kembali bersatu walaupun awalnya saling berdiaman dan tidak sapa satu sama lainnya. Terkadang ada saja hal yang dilakukan oleh teman-teman mereka yang sedikit brandal, tidak punya aturan, dan iri pada persahabatan mereka untuk menghancurkan pertemanan baik mereka, tetapi tetap saja semuanya kalah karena adanya rasa saling percaya dan yakin terhadap sahabatnya. Opin dan Havid memang sama-sama sangat keras kepala, selalu malu untuk memulai pembicaraan ketika ada masalah, tapi sama-sama tidak pernah gengsi mengucapkan kata maaf. Dengan sedikit perbincangan dan kata maaf kisah persahabatan mereka terus berjalan sampai 6 tahun lamanya.... Sampai mereka saling tidak menyadari ternyata ada rasa yang muncul silih berganti. Ada perasaan lain yang timbul dengan sendirinya, yang membuat mereka merasa sedikit bingung, galau, dan gelisah. Perasaan yang ada namun tidak bersamaan, susah sekali untuk dikatakan namun terasa sangat jelas dalam hatinya. Warna warni persahabatan ini selalu mereka jaga walaupun ada hal yang muncul luar biasa sulit diungkapkannya... Setiap hari bersama tentunya tidaklah mudah, merubah semunya menjadi menarik, membuat rasa sedikit berbeda, tapi tidak sahabat tetaplah sabahat, sahabat harus selalu dijaga sampai kapanpun agar tetap bersama, menua, dan berakhir dengan sendirinya... Suatu saat Opin dan teman-temannya pun menjadi jauh karena ada suatu masalah. Opin yang awalnya berteman dengan Tifani dan Kiara kini mendapatkan seorang sahabat baru yaitu siswa baru keponakan guru disekolahnya. Ya sebut saja namanya Dini seorang perempuan cantik dan sangat baik. Mereka awalnya berdua saja sampai akhirnya juga ada siswa baru masuk disana yang bernama Leona. Leona awalnya menjadi saingan Opin mendapatkan juara. Tetapi tak tahu kenapa Leona menjadi dekat dengan Opin dan Dini. Leona memang kurang disukai banyak kakak kelas disekolah itu. Tapi Opin lah yang selalu mengajaknya berteman. Havid sering sekali merasa kesal dengan Leona. Leona seakan-akan mengambil sahabatnya Opin dari dirinya. Namun, walaupun begitu Opin dan Havid tetap saj berteman awet dan tak pernah terpisahkan. Kisah mereka selalu ada disetiap harinya. Yah mengapa tidak Havid membenci Leona karena sikapnya yang sangat pelit. jangankan untuk memberi contekan punya nya kepada teman-teman sekelasnya dia malah juga menyimpan buku Opin dan tak mau memberikan kepada Havid. Havid merasa kesal dengan perubahan Opin. Tapi selalu saja ada cara Havid berbicara dengan Opin memperbaiki semuanya hingga menjadi lebih baik. Berlanjutlah kisah ini hingga bertahun lamanya... hingga ada perpisahan, perbedaan pendapat, sampai menemukan pasangan yang berbeda, tapi hati tepatlah hati, bagaimanapun tak pernah bisa dipaksakan, dan untuk merubah itu diperlukan waktu yang begitu lama. Agar semua sembuh seperti sedia kala, seperti cahaya yang muncul menerangi kegelapan, hingga semuanya membaik dan menjadi indah. Opin dan Havid bersahabat sampai kapan, mungkin sampai saatnya berpisah telah tiba, "tapi kapan ?" sangat sulit untuk dipastikan, karena "Sahabat tetap sahabat, dan tak akan menjadi pasangan". Namun ada banyak warna kisah kasih yang dilalui... ntah bagaimana sweet nya kisah ini sulit untuk diungkapkan dalam sesaat namun berhasil dirasakan dalam sekejap karena "Melupakan dengan keikhlasan dan memulai dengan keindahan....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN