BAB 45

1290 Kata

“Kok kamu senyum-senyum sendiri gitu?” Andin melihat ke arah Ghidan yang sedang menyetir, tersenyum aneh ke arahnya. Andin malu, apakah dia kedapatan senyum-senyum sendiri seperti orang gila? Jika iya, hancurlah sudah harga diri Andin. Memang sikap Ghidan siang ini di hadapan Mama dan terlebih di hadapan Sasa, sanggup membuat jantung Andin berdetak semakin kencang. Ghidan bersikap lembut dan sangat menjaganya, membuat Andin meleleh dengan sikap Ghidan yang mendadak romantis. “Emang gitu, Mas?” “Iyaa, kamu tadi ngeliat ke arah luar jendela, terus senyum-senyum sendiri, kayanya lagi bahagia banget?” Andin mengangguk, “Bahagia, soalnya hari ini Mas Ghidan baaaiiiiik banget sama Andin.” Ghidan menggenggam tangan Andin lalu meletakkannya di pangkuannya, “Sudah tugasku sebagai suami membaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN