Pagi hari, Andin sudah bangun di jam setengah 5 pagi. Ditemain Mbok Iyem di dapur. Dia sudah memutuskan untuk mencoba memperjuangkan rumah tangga dan rasa cintanya kepada Ghidan. Jadi pagi ini, Andin mencoba untuk memasak dan menghidangkan sarapan yang bisa menggugah selera Ghidan. Mbok Iyem adalah teman ngobrol yang baik, wanita yang memiliki postur sedikit tambun dengan usia yang hampir sama dengan usia Mamanya itu sangat ramah membuka kedua tangannya untuk Andin. Wanita itu tidak cukup tua, tetapi entah mengapa dia hanya ingin di panggil Mbok karena teringat dengan anaknya yang meninggal saat anak itu masih kecil, yang selalu memanggilnya dengan panggilan mbok alias simbok. Setelah cukup lama di dalam dapur akhirnya tepat pukul setengah 6 Andin sudah siap dengan beberapa masakannya di

