“Cukup. Ma!” Dewi yang sejak tadi diam tiba-tiba berteriak dan langsung berdiri dari tempat duduknya. “Selama ini aku selalu diam atas semua perlakuan Mama, aku nggak pernah membantah ataupun menolak semua kemauan Mama! Tapi kali ini Mama benar-benar keterlaluan.” “Jaga bicaramu perempuan kotor! Apa kamu lupa dengan siapa kamu bicara saat ini,” bentak Halimah dengan tatapan tajam. “Soni apa begini kelakuan wanita yang kamu banggakan.” Halimah menoleh ke arah Soni yang hanya berdiri mematung di samping istrinya. “Asal Mbak Novi tahu, selama ini Mama Halimah masih berharap kalau Mbak Novi dan Mas Soni bisa bersatu kembali.” Dewi menoleh ke arah Halimah. “Bukan begitu, Ma. Sekarang kami sudah berkumpul di sini, kenapa nggak Mama katakan saja kepada Mereka bagaimana kemauan Mama selama ini.

