Keraton Hantu

2068 Kata

Mobil Syahid terparkir dengan baik di bawah pohon. Meskipun hawa di kota ini tidak akan sepanas Surabaya ataupun gurun pasir, sopir Syahid lebih suka jika memarkir mobil di bawah pohon. Dia bisa bersantai di sana sambil menunggu tuan muda dan teman-temannya bermain. "Ini, Pak. Dipakai aja. Nanti urusannya biar aku yang bilang ke Mama. Tenang aja." Syahid memberikan kartu ATM miliknya untuk sopirnya. Dia tidak lupa untuk mengedipkan matanya. Gaya sok ganjen begini memang terkadang membuat orang yang mengenal Syahid sebagai orang pendiam jadi jantungan. Masalahnya kedipan sebelah mata milik anak Pak Suwono ini cukup mematikan bagi jantung lemah. Saran, jangan pernah berteman dengan Syahid jika kalian tidak mau mati cepat. "Weeh. Flex." Teman-temannya yang tadi saat berangkat hampir tawuran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN