Rumah Mbak Lia

1938 Kata

Mobil hitam itu melaju dengan kecepatan rata-rata normal. Pengemudinya, Jamal, mengendarainya dengan santai. Di sampingnya ada Juwita yang berdiam diri dan memandang ke luar jendela. Dia ingin tahu daerah mana rumah Mbak Lia yang sedang mereka tuju ini. "Enggak jauh-jauh amat, ya, Mas, ya, ternyata." Juwita berkomentar saat Jamal membelokkan mobil mereka ke kanan, memasuki cabang jalan raya yang lebih kecil. Mereka mulai masuk ke jalan pemukiman warga. "Aku kira jauh banget sama rumah kita." Jamal hanya menanggapinya dengan tersenyum dan mengangguk kecil. Dia memilih fokus dengan kemudinya. Begitu juga dengan hatinya yang tak karuan. Padahal sudah dari kemarin dia menata hati dan mempersiapkan diri untuk ini, untuk membawa Juwita ke Mbak Lia. Tapi, tetap saja. d**a Jamal berisik, keragua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN