Capjay

1806 Kata

Juwita mengulas senyumnya setelah menandatangani berkas terakhir yang dibawakan oleh Erika. Perkerjaannya untuk hari ini selesai. Dia juga bisa pulang cepat karena jam masih menunjukkan pukul dua siang. "Mau jemput anak, Bu?" tanya Erika sambil merapikan kumpulan kertas di meja Juwita. Juwita mengangguk. "Seperti biasa." "Kapan-kapan anak Ibu dibawa ke sini, kek. Diajak main gitu ke tempat kerjanya Ibu." Juwita menurunkan kedua ujung bibirnya. "Hmm, alesan. Aslinya kamu pengin lihat anak saya yang ganteng, kan?" Erika terkekeh. Dia ketahuan ternyata. "Di foto aja ganteng. Apalagi kalau aslinya." Juwita mengangguk setuju. "Anak saya ganteng banget memang. Manis." "Sama bapaknya? Ganteng mana?" Alis Juwita terangkat. "Maksud kamu apaan, hah? Dua-duanya ganteng, lah." Erika memajukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN