Selamat Membaca "Maaf telah menyeret mu sampai ke tahap ini,Indah. Aku bukan tipe yang mudah percaya dan pandai berinteraksi dengan orang lain. Namun tenanglah, selama kerja sama ini, kamu akan lebih banyak mendapatkan keuntungan," jelas Raja menatap manik mata biru kehijauan di hadapannya. Indah hanya dapat mengangguk, apalagi yang dapat dilakukannya. Walaupun terpaksa, ada sisi dirinya yang merasa iba pada Raja. Dari cerita lelaki itu, Indah dapat menilai jika sesungguhnya Raja memiliki hati yang lembut dan penyayang, terlepas dari sikapnya yang dingin dan kaku. Dibalik dinding gazebo tampaklah seseorang yang diam-diam menguping pembicaraan adik dan pujaan hatinya tiada lain Daniel. Hanya menghela nafas kasar tanpa mendekati mereka berdua. Dan pergi dengan kekecewaan dalam hatinya.

