Setelah Cerai (22)

1296 Kata

Aidil Apa aku jahat karena tak juga bisa melupakan sosok sendu dengan bola mata bening itu? Apakah aku masuk dalam definisi sahabat yang bersorak di atas Luka dan air mata Arka, sahabatku sendiri? Aidil tampak menghela nafas. Pemandangan saat Arka memohon Rumaisha untuk tidak pergi membuat dadanya berdebar pelan. Dia tidak pernah di posisi Arka, tapi dia faham betul rasa yang tengah dirasakan Arka saat ini. Penyesalan. Rasa yang dia rasakan saat dia, tidak juga sanggup mengucap sepatah kata pengakuan terhadap gadis yang ditemuinya di depan sebuah kampus swasta di Bandung, bertahun salam. Rasa yang dia rasakan saat dengan pandang mengabur, dirinya melihat gadis yang dian- diam menggedor dan mengisi relung jiwanya tersenyum syahdu di atas pelaminan. Tampan, cerdas dan kaya, tak ada ala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN