" Apa kamu masih tidak mau menanda tanganinya setelah melihat ini ? " Letticia tertawa licik lalu memperlihatkan sesuatu dari layar ponselnya. Kedua mata Nicko membola. Rahangnya mengetat dan rona merah memenuhi wajahnya ketika melihat gambaran yang terpampang di dalam video call itu. Rupanya Letticia sengaja menempatkan anak buahnya untuk mengawasi semua pergerakan Riska selama ini. Letticia semakin memperlihatkan smirknya. " Bagaimana ? " ujarnya. " Apa kamu masih mau melihat tawa gadis itu ? Atau mau melihat tubuhnya terbujur kaku tanpa nyawa ? " ancam Letticia sembari menatap tajam wajah Nicko. Pemuda itu memperhatikan Riska yang saat itu sedang tertawa bahagia bersama Sherly dan Rachel, kedua sahabatnya di taman kampus. Hatinya mencelos saat mendengar ancaman Letticia. " b**

