" Bu Santi ? " pekik Nicko tertahan. Tangan itu ternyata milik bu Santi. Nicko sedikit mendengus kesal, tapi di sembunyikan. " Kirain Riska.. " " Eh..maaf mas Nicko. Ibu nggak sengaja, nggak tahu kalau ternyata mas Nicko juga di sini. " celetuk bu Santi sembari kembali jongkok membereskan sesuatu di bawah meja. Pantas saja Nicko tidak melihat sebelumnya. " Kapan datang bu ? " tanya Nicko. " Barusan mas. Mbak Riska tadi yang bukakan pintunya. " jawab bu Santi. Kedua tangannya sibuk mengangkat bungkusan plastik dan meletakkannya di atas meja. " Ini mas, kue - kue kesukaan mas Nicko dan mbak Riska. Ibu kemarin bikin banyak, lumayan ada pesenan buat nikahan. Sekalian aja ibu bikin juga buat kalian. " Kedua mata Nicko membulat menatap kue - kue itu. Rasanya sudah sangat lama Nicko ti

