Mobil Arkan berhenti diperkarangan rumah berwarna abu-abu. Rumah itu tidak besar, namun terlihat begitu asri, rerumputan yang tumbuh dihalaman sepetak rumah itu membuat mata menjadi segar. Iluvia hanya menatap bingung kearah Arkan, kemana ia membawanya? Iluvia tidak tahu rumah ini milik siapa. Yang jelas yang ia tahu, ini bukan rumah Arkan. "Yuk turun." kata Arkan seraya melepas seatbeltnya. Iluvia menautkan alisnya, "Eh eh, ini rumah siapa?" Arkan malah mengulas senyum manisnya, "Makanya turun, biar tau." katanya lalu meninggalkan Iluvia sendiri didalam mobil. Iluvia memutar otaknya. Ia benar-benar heran dengan Arkan hari ini, sudah mengajaknya bolos dan entah kerumah siapa. Tapi tidak mau ambil pusing, gadis itu langsung melepas seatbeltnya lalu keluar dari mobil. Ia menyusul Arkan

